Prabowo Ingin Lulusan Sekolah Rakyat Kuliah demi Putus Rantai Kemiskinan
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mampu melanjutkan pendidikan hingga pergur
NASIONAL
BAYANGKARA-CO,MALANG – Hilangnya Arca Batara Wisnu di area Candi Ganter pada Senin 20 Pebruari 2023 disikapi Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur dengan mendatangi Mapolsek Ngantang Malang hari ini. Rabu, (22/2/2023)
Rombongan FPK yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPK, Ki Bagong Sabdo Sinukarto bersama beberapa pengurus diterima Kapolsek Ngantang AKP Hanis.
Dalam pertemuan itu dibahas beberapa hal terkait penanganan kasus pencurian benda Cagar Budaya tersebut.
Dikatakan Hanis jika pihaknya tidak punya kewenangan penyelidikan dan penyidikan, sehingga kasus ini ditangani oleh Satserse Polres Batu dan Polres Malang, namun pihaknya sangat berterima kasih atas segala masukan dari FPK.
“Sayangnya, kami tidak bisa memberi info detail karena penanganan langsung oleh Polres Batu dan Polres Malang, namun kami sangat berterimakasih atas dukungan dan semua masukan dari FPK Jatim” Ungkapnya.
Seperti diketahui Warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur digegerkan dengan hilangnya sebuah arca Batara Wisnu di area Candi Ganter, benda bersejarah itu memiliki diameter tinggi sekitar 1,5 – 2 meter dengan lebar sekitar 1 meter.
Menurut Bagong, informasi yang diterima bahwa patung tersebut sudah teregister di BPCB Jatim namun dirinya belum bisa memastikan apakah Arca tersebut sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya atau belum oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Bahkan ada informasi kalau arca tersebut sempat patah menjadi 4 bagian dan sudah disambung kembali oleh Kepala Desa setempat.
“Informasi yang dihimpun teman-teman pengurus FPK yang ada Trowulan Mojokerto dan Malang, arca tersebut sudah sempat diteliti dan diregistrasi dan data yang kami peroleh patung tersebut sempat patah menjadi 4 bagian” paparnya.
Sementara itu, Didik Soemintardjo pengurus FPK yang ikut dalam pertemuan itu, berharap polisi bisa segera menangkap pelaku dan jika mungkin sekalian penadahnya.
Didik juga berharap pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 yang ancamannya bisa mencapai 15 tahun dan denda 10 miliar rupiah.
“Kami tidak bermaksud mendikte pihak kepolisian, tapi kami berharap hukuman yang setimpal untuk orang yang tidak menghargai peninggalan sejarah budaya bangsa” pungkasnya.
(FIRA/BAYANGKARA.CO)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mampu melanjutkan pendidikan hingga pergur
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak perusahaanperusahaan asal Tiongkok untuk berinvestasi dalam
EKONOMI
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap mengajak Komite Olahraga Masyarakat Ind
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pertahanan m
NASIONAL
BOYOLALI Seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik setelah berhasil menemukan cela
SOSOK
JAKARTA Rien Wartia Trigina atau yang dikenal dengan nama Erin, yang juga mantan istri artisAndre Taulany, kembali menghadapi gugatan da
ENTERTAINMENT
SABANG Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin, menyebut pelantikan Pengurus
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Fokus u
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda, Brigjen TNI Ali Imran, memimpin upacara Serah Teri
NASIONAL
MEDAN Seorang pria berinisial ET (39) diduga membakar ayah kandungnya yang telah lanjut usia di Jalan Wakaf II, Pinang Baris, Kota Medan
HUKUM DAN KRIMINAL