Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA - Peron jalur 1 di bangunan baru Stasiun Tanah Abang resmi mulai beroperasi hari ini, disambut dengan antusiasme dari pengguna KRL (Kereta Rel Listrik). Para penumpang mengungkapkan rasa senang mereka dengan adanya perubahan signifikan yang membuat perjalanan mereka lebih nyaman.
Salah satu pengguna KRL, Arum (24), yang setiap hari menggunakan kereta untuk berangkat kerja ke Stasiun Angke, mengungkapkan rasa puasnya dengan peron baru yang lebih luas. "Iya, hampir tiap hari transit di Tanah Abang. Tujuan ku ke Angke. Bagus, memang sudah ditunggu-tunggu dari lama peron ini. Luas banget, orang bisa lari-larian deh kalau ngejar kereta. Kalau dulu kan gak bisa lari karena sempit. Mantap pokoknya," kata Arum saat ditemui di lokasi.
Namun, Arum sempat bingung saat peron lama tidak lagi digunakan untuk kereta tujuan Angke. "Sempat bingung, tadi sudah sempat ke peron 2 nunggu lama. Terus satpam bilang katanya Kampung Bandan-Angke pindah peron 1. Ya udah saya langsung ke peron 1," tambahnya.
Ida (36), pengguna lainnya, juga merasa senang dengan pembukaan peron baru ini. Ida yang biasa menuju Stasiun Duri mengaku dulu harus berdesak-desakan di peron 3 karena ruangannya sempit. "Alhamdulillah senang, sekarang udah lebih luas peronnya. Dulu kan harus desak-desakan di peron 3 karena tempatnya kecil," ujar Ida.
Pembukaan peron jalur 1 ini merupakan bagian dari pengembangan fasilitas di Stasiun Tanah Abang, yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna Commuter Line. Menurut Joni Martinus, VP Corporate Secretary KAI Commuter Indonesia (KCI), pembukaan peron ini hanya mempengaruhi alur kedatangan dan keberangkatan pengguna KRL tujuan Angke/Kampung Bandan. "Pengguna Commuter Line yang datang dari arah Manggarai dan tujuan Angke/Kampung Bandan kini akan menggunakan peron jalur 1 di bangunan baru," jelas Joni.
Untuk pengguna Commuter Line Rangkasbitung, juga ada penyesuaian alur. Mereka dapat mengakses Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) yang menghubungkan bangunan baru dengan peron jalur 5-6 dan jalur 3 di bangunan lama stasiun. Pengguna yang akan turun di Stasiun Tanah Abang juga disarankan menggunakan JPM arah Pasar Tanah Abang untuk menghindari kepadatan.
Dengan adanya peron jalur 1 baru, diharapkan kepadatan di stasiun dapat berkurang, memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna KRL yang setiap harinya transit di Stasiun Tanah Abang.
(dc/p)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL