Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tito telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500.12/2119/SJ terkait pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Program-program Kepala Badan Gizi Nasional harus bisa dipercepat, dan tentunya kita harus dukung penuh untuk realisasi lapangan," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Tahun 2025 yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kemendagri, sabtu (10/5).
Dalam SE tersebut, para gubernur, bupati, dan wali kota diminta mengusulkan tiga titik lokasi lahan milik Pemda yang dapat dipinjamkan kepada BGN guna pembangunan SPPG. Langkah ini dinilai penting untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) demi pemerataan layanan gizi.
Tito menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Setiap satu SPPG membutuhkan sekitar 50 orang relawan, yang membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Selain itu, konsep ekonomi sirkular dalam rantai pasok pangan MBG diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Tito mendorong Pemda mengalihkan hasil efisiensi anggaran untuk mendukung implementasi MBG yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengapresiasi dukungan Mendagri melalui penerbitan SE. Ia menyebut peran Pemda sangat krusial dalam tiga aspek utama: penyediaan infrastruktur SPPG, penguatan rantai pasok bahan baku lokal, serta pendistribusian MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Dengan kapasitas layanan mencapai 3.000 penerima manfaat per SPPG per hari, kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, ayam, susu, sayur, dan buah menjadi potensi ekonomi daerah yang bisa digerakkan," jelas Dadan.
Dalam pendistribusiannya, program MBG juga akan menggandeng kader Posyandu yang sudah aktif di wilayah masing-masing. BGN turut menyiapkan insentif bagi para kader agar distribusi MBG tepat sasaran dan berkelanjutan.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala LKPP Hendrar Prihadi dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti secara virtual, serta para gubernur, bupati, wali kota se-Indonesia beserta jajaran.*
(dc/j006)
SIDOARJO Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diduga mengalami keracunan setelah menya
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Awal (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi S
PEMERINTAHAN
MEDAN Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menegaskan penentuan maupun perubahan peringkat desil 1 hingga 10 dalam Data
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pelaksanaan reforma agraria tidak boleh berhenti pada persoalan sertifikat dan kepa
NASIONAL
SIDOARJO Ratusan santri Pondok Pesantren Manba&039ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengal
PERISTIWA
MEDAN Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap seorang warga Desa Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Mandailing Natal, Fauzan Lubis, divonis bebas dalam perkara dugaan korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali normal pada Rabu, 2 September 20
NASIONAL
MEDAN Guru SD Negeri 060807 Medan berinisial DAL mengundurkan diri setelah dilaporkan orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota
PENDIDIKAN
MEDAN Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara, Boya Yanti Gultom, mengajak seluruh anggota menjadikan akhlak Rasulul
PEMERINTAHAN