India Mulai Mengerem Impor, Ke Mana Arah Baru Ekspor Batu Bara Indonesia?
JAKARTA Industri batu bara Indonesia mulai menghadapi tantangan baru di tengah perubahan peta energi global. Penurunan permintaan dari I
EKONOMI
JAKARTA -Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, merespons kritik Dewan Pengawas (Dewas) terkait kepemimpinan KPK yang dinilai kurang maksimal dalam pemberantasan korupsi.
Johanis Tanak mengibaratkan pernyataan Dewas KPK seperti penonton sepakbola yang memberikan komentar kepada pemain yang sedang berjuang di lapangan. Menurutnya, komentar dari Dewas seharusnya tidak menyudutkan kinerja para pemimpin KPK yang sedang menjalankan tugasnya.“Kalau menurut saya, mereka yang berkomentar itu saya ilustrasikan sebagai penonton sepakbola yang dengan bangga memberi komentar kepada pemain sepakbola, seakan-akan pemain sepakbola yang sedang bermain itu tidak pandai bermain,” ujar Tanak saat dihubungi wartawan pada Sabtu, 14 Desember 2024.
Sebelumnya, anggota Dewan Pengawas KPK, Syamsuddin Haris, menilai bahwa Pimpinan KPK belum menunjukkan konsistensi dalam menegakkan sinergi dan kolegialitas. Hal ini berangkat dari perbedaan pernyataan yang muncul dari Pimpinan KPK terkait kasus yang sama, yang dinilai mempengaruhi soliditas dan efektivitas lembaga.
Syamsuddin Haris juga menegaskan bahwa kepemimpinan KPK selama periode 2019-2024 dinilai belum mampu memberikan keteladanan dalam hal integritas, seperti yang tercermin dari kasus tiga Pimpinan KPK yang telah melanggar etik.“Hal ini bisa kita lihat misalnya muncul secara publik statement Pimpinan A kok bisa berbeda dengan Pimpinan B tentang kasus yang sama. Kami di Dewas sangat menyesalinya,” ujar Haris pada Jumat, 13 Desember 2024.
Syamsuddin juga menyoroti kepemimpinan yang dinilai memiliki “nyali kecil” dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi. Menurutnya, diperlukan sosok pemimpin dengan keberanian dan ketegasan yang lebih besar untuk mengembalikan efektivitas KPK dalam memerangi korupsi.
Johanis Tanak memberikan respons tegas atas pernyataan ini dan mengkritik sikap Dewas yang dinilainya berlebihan dalam memberikan komentar negatif.“Mereka merasa yang lebih hebat bermain sepakbola daripada pemain sepakbola yang sedang mereka tonton, padahal mereka sendiri tidak bisa bermain sepakbola,” ujar Tanak.
Tanak juga menambahkan bahwa Dewas seharusnya tidak perlu memberikan komentar yang berfokus pada sudut pandang negatif tanpa memberikan solusi konkret.“Idealnya tidak perlu banyak komentar dan jangan merasa diri yang paling hebat, padahal hebatnya itu cuma dalam konteks sebagai penonton yang bisa berkomentar, tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” tegas Tanak.
Menurut Tanak, Dewas seharusnya berperan untuk membangun sinergi positif daripada justru menciptakan kesan negatif terhadap kepemimpinan yang sedang berjalan. Ia juga mengungkapkan bahwa jika mereka yang memberikan komentar itu menjadi pemimpin, kinerjanya mungkin akan lebih buruk dibandingkan dengan kritik yang mereka berikan.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang terbuka dan dukungan antar-lembaga sangat penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi yang kini terus menjadi perhatian publik.
(N/014)
JAKARTA Industri batu bara Indonesia mulai menghadapi tantangan baru di tengah perubahan peta energi global. Penurunan permintaan dari I
EKONOMI
BANDA ACEH Pengamat ekonomi dan politik Aceh, Dr. Taufiq A. Rahim, menilai pengelolaan proyek gas raksasa Blok South Andaman harus tetap
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang sedang mencari peke
NASIONAL
OlehEphraim NainggolanPEMERINTAH tengah menjalankan salah satu langkah perampingan terbesar dalam sejarah pengelolaan Badan Usaha Milik Neg
OPINI
LANGKAT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara kembali menyalurkan bantuan sosial kepada anakanak panti asuhan. Kali ini
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mend
NASIONAL
JAKARTA Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengumumkan rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan be
PENDIDIKAN
MEDAN Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pendapatan
KESEHATAN
MEDAN Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kembali kebijaka
NASIONAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, dipastikan akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi p
HUKUM DAN KRIMINAL