Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kembali kebijakan harga tiket masuk yang dinilai masih terlalu tinggi.
Menurutnya, tarif tersebut berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung sehingga tujuan PRSU sebagai ajang promosi pembangunan dan potensi daerah tidak tercapai secara maksimal.
Pada penyelenggaraan tahun ini, harga tiket masuk PRSU ditetapkan sebesar Rp35.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan.
Baca Juga:
Hendra mengatakan, sejak awal PRSU hadir sebagai pesta rakyat yang menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi Sumatera Utara, mulai dari pembangunan, sektor industri, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kebudayaan hingga pariwisata.
Karena itu, menurut dia, masyarakat seharusnya dapat mengakses kegiatan tersebut dengan biaya yang terjangkau.
"Sebenarnya kita berharap target PRSU ini adalah menjadi pesta rakyat, meningkatkan antusiasme masyarakat untuk melihat potensi pembangunan di seluruh kabupaten dan kota, pembangunan industri, sektor swasta, serta berbagai potensi yang ada di Sumatera Utara. Karena itu, jangan sampai masyarakat justru terbebani dengan harga tiket yang tidak terjangkau. Ini harus menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara PRSU," kata Hendra, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, PRSU bukan sekadar arena hiburan, tetapi juga menjadi etalase pembangunan Sumatera Utara yang menampilkan berbagai capaian pembangunan, kekayaan budaya, potensi ekonomi, hingga produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota.
Menurut Hendra, semakin banyak masyarakat yang datang, maka manfaat penyelenggaraan PRSU juga akan semakin besar.
Ia menilai harga tiket yang terlalu tinggi justru dapat menghambat target jumlah pengunjung yang ingin dicapai oleh penyelenggara.
"Kalau terlalu mahal, saya khawatir target pengunjung yang ingin dicapai tidak akan terpenuhi. PRSU ini kan ingin menarik ratusan ribu masyarakat untuk datang. Kalau masyarakat merasa keberatan, tentu itu akan memengaruhi jumlah pengunjung. Kalau masih memungkinkan, sebaiknya tarif tiket ini dipertimbangkan kembali," ujarnya.
Hendra juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya masih memerlukan perhatian.
Menurut dia, tarif masuk sebesar Rp35.000 hingga Rp75.000 cukup memberatkan, terutama bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.