BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA -Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menanyakan langsung kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikti) Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengenai wacana pemberian izin kepada perguruan tinggi untuk mengelola tambang. Namun, Satryo hanya menyatakan bahwa usulan tersebut masih sebatas wacana dan belum ada keputusan resmi.
“Kemarin sempat kami tanyakan pada saat rapat kerja dengan Mendikti. Tapi dari pihak Mendikti sampaikan ‘masih wacana’,” ujar Hadrian kepada Kompas.com, Senin (27/1).
Hadrian menambahkan bahwa wacana ini perlu mendapat kajian yang mendalam, terutama mengenai tujuan dan dampaknya terhadap pendidikan. Ia menekankan bahwa jika izin ini diberikan, maka perguruan tinggi harus memastikan bahwa tujuan utama tetap untuk kepentingan pendidikan, bukan untuk kepentingan bisnis semata.
“Kampus sebagai institusi independen harus tetap fokus pada pencetakan cendekiawan dan generasi unggul. Jangan sampai terkooptasi oleh kepentingan segelintir orang,” ujarnya.
Meski demikian, Hadrian juga menyampaikan bahwa jika wacana ini terealisasi, pihaknya akan meningkatkan pengawasan agar pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi tidak merugikan masyarakat atau mahasiswa. Sebagai contoh, Hadrian menyatakan bahwa jika pendapatan dari tambang digunakan untuk menurunkan biaya kuliah, hal ini tidak akan menjadi masalah.
Sementara itu, Forum Rektor Indonesia mendukung wacana tersebut, dengan alasan bahwa pengelolaan tambang oleh perguruan tinggi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang dapat meringankan beban biaya kuliah bagi mahasiswa. Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia, Didin Muhafidin, menyatakan bahwa dengan pendapatan tambahan dari tambang, yayasan pendidikan tinggi bisa mengurangi ketergantungan pada uang kuliah mahasiswa yang tinggi.
“Jika yayasan mendapatkan tambahan pendapatan dari proyek tambang, tentu muaranya akan meringankan beban mahasiswa,” kata Didin.
Sebagai informasi, saat ini Baleg DPR RI sedang melakukan kajian terkait kemungkinan agar perguruan tinggi dan UKM dapat mengelola tambang, yang akan menjadi bagian dari revisi UU Minerba. Namun, hingga saat ini, belum ada konsep yang jelas terkait wacana ini.(kmps)
(N/014)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL