BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

Gubernur Sumut Bobby Nasution Bantah SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padangsidimpuan Digusur untuk Bangun Sekolah Rakyat

- Jumat, 18 Juli 2025 19:51 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution Bantah SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padangsidimpuan Digusur untuk Bangun Sekolah Rakyat
Gubsu Bobby ditemani Wagubsu Surya menemui siswa dan alumni SMK Pertanian Pembangunan Negeri. (foto: detik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG SIDEMPUAN - Sejumlah siswa dan alumni SMK Pertanian Pembangunan Negeri di Kota Padangsidimpuan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) menolak penggusuran bangunan sekolah mereka yang diklaim akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, membantah keras adanya penggusuran tersebut.

"Nggak ada digusur, salah paham, tadi sudah saya tanya, itu tidak digusur," kata Bobby Nasution usai bertemu dengan siswa dan alumni, Jumat (18/7).

Menurut Bobby, pembangunan Sekolah Rakyat memang direncanakan di lokasi tersebut, yang nantinya akan meliputi SD, SMP, SMA, dan SMK. Namun, tidak berarti SMK Pertanian Pembangunan Negeri akan ditutup atau digusur.

"Pak Wali Kota Padangsidimpuan mengajukan lahan tersebut untuk pembangunan SD dan SMP, namun karena di atasnya ada SMK, maka dibangun oleh pemerintah pusat SD, SMP, SMA, dan SMK karena ada existing, ada siswa yang masih belajar di dalam SMK Pertanian," jelasnya.

Pembangunan ini ditargetkan rampung dan dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Bobby menegaskan bahwa SMK Pertanian Pembangunan Negeri tetap beroperasi seperti biasa.

Sementara itu, dalam aksi demonstrasi, para siswa dan alumni menuntut kejelasan karena seluruh bangunan sekolah mereka disebut telah dirobohkan dalam dua minggu terakhir, tanpa koordinasi maupun sosialisasi.

Fery Madona Rambe (32), salah satu alumni, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi belajar yang kini berlangsung di gedung asrama dengan pembatas kain antar kelas.

"Kami menuntut agar Gubernur Bobby Nasution tidak mengorbankan sekolah kami demi program Sekolah Rakyat yang merupakan program dari Presiden Prabowo. Program ketahanan pangan juga adalah program utama dari Pak Prabowo," ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Tabagsel bahkan disebut melakukan intimidasi terhadap para guru, memperparah ketegangan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak siswa dan alumni masih berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, untuk mencari solusi terbaik.*

(j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru