OTT KPK di Sukoharjo Berujung Penetapan 3 Tersangka, Bupati dan Dua Pejabat Terjerat
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasa
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT - Bupati Langkat, Syah Afandin, menyatakan komitmen kuatnya dalam mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 yang fokus pada pengelolaan sumur minyak rakyat untuk meningkatkan produksi minyak nasional.
Dihadapan peserta sosialisasi yang berlangsung di Medan, pria yang akrab disapa Ondim itu menyampaikan optimismenya bahwa Kabupaten Langkat bisa memainkan peran penting dalam penguatan energi nasional.
"Langkat memiliki banyak sumur rakyat. Kami akan segera berkoordinasi dengan Gubernur sebagai pihak yang menunjuk pengelola wilayah kerja. Selanjutnya, K3S akan mengajukan proposal ke Kementerian ESDM. Kami optimis langkah ini berjalan baik dan membawa manfaat besar," tegas Ondim.
Langkat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak tertua di Indonesia. Dengan adanya Permen ESDM No. 14/2025, potensi tersebut akan dikelola secara profesional melalui kerja sama antara masyarakat dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S).
Regulasi baru ini juga memungkinkan keterlibatan BUMD, koperasi, dan UMKM sebagai operator pengelola, memberikan peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat lokal.
"Kami siap ambil peran strategis. Pendekatan berbasis kerakyatan ini harus menjadi momentum pemberdayaan ekonomi lokal," tambah Ondim.
Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Menteri ESDM, Abdul Manaf, memaparkan bahwa kebutuhan minyak nasional mencapai hampir 1,5 juta barel per hari, sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel.
"Artinya kita masih harus impor sekitar 900 ribu barel per hari, yang menyedot hingga 15 persen dari total APBN. Dengan mengelola sumur rakyat, kita bisa menekan biaya impor dan meningkatkan kemandirian energi nasional," kata Abdul Manaf.
Diketahui, terdapat sekitar 33.000 sumur minyak rakyat di seluruh Indonesia, sementara jumlah sumur aktif milik K3S hanya sekitar 16.000. Di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) sendiri, terdapat 2.800 sumur rakyat yang berpotensi untuk dioptimalkan.
Selain menggenjot produksi, regulasi ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola migas rakyat, mengurangi dampak lingkungan, dan meminimalisir gangguan sosial dan keamanan yang selama ini kerap terjadi dalam praktik pengeboran ilegal.
Pemerintah Kabupaten Langkat menyatakan siap bekerja sama lintas sektor untuk memastikan implementasi Permen ESDM ini berjalan sesuai regulasi. Langkah awal dilakukan dengan pemetaan wilayah dan validasi data sumur minyak rakyat.
"Kami ingin pelaksanaan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan ribuan lapangan kerja bagi warga Langkat," tutup Ondim.*
(jp/j006)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasa
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR Warga Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, bergotong royong membersihkan lingkungan di sekitar kantor keuchik sebagai persia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 45 Tahun 2026 yang mengatur pembebas
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadwalkan pembacaan putusan gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait penetapan dir
NASIONAL
JAKARTA Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan 610 Juli 2026. Bursa Efek Indonesi
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu. Menurutnya, hukum harus ber
NASIONAL
KARAKAS Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu (11/7/2026). Berdasarkan pemba
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih mengalami pergerakan. Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
MEDAN Pengamat politik Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar, menilai komitmen pemberantasan korupsi pada masa pemerintahan Presiden Pr
NASIONAL