MTQ ke-XIX Tanjung Tiram Resmi Dibuka, Semarakkan Syiar Islam dan Lahirkan Generasi Qur’ani Unggul
TANJUNG TIRAM Suasana penuh kekhusyukan dan keagamaan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tanj
AGAMA
TAPANULI TENGAH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPD CMMI), Anggiat Marito, menyampaikan kritik terhadap kebijakan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis terkait pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tapanuli Tengah ke-80.
Menurut Anggiat, usulan anggaran perayaan sebesar Rp3 miliar di tengah keterbatasan keuangan daerah, yakni sekitar Rp16 miliar dalam P-APBD 2025, menunjukkan penggunaan dana publik yang tidak tepat prioritas.
"Ini bukan sekadar persoalan pemborosan, tetapi bentuk pengabaian terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi. Saat rakyat berjuang dengan kemiskinan dan pengangguran, anggaran besar justru dialokasikan untuk pesta seremonial," ujar Anggiat dalam keterangannya.
Anggiat juga menyoroti bahwa sebagian kegiatan perayaan telah dilaksanakan meski anggarannya belum mendapat persetujuan DPRD.
Ia menilai hal tersebut berpotensi melanggar aturan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
"Bagaimana mungkin kegiatan yang belum memiliki dasar anggaran sudah dijalankan? DPRD sendiri menilai hal ini bisa masuk ranah pidana. Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati harus bertanggung jawab," tegasnya.
Lebih lanjut, CMMI menilai bahwa alokasi anggaran tersebut seharusnya bisa diarahkan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti beasiswa pendidikan, subsidi kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, maupun program pengentasan kemiskinan.
"Jika pemerintah daerah memiliki niat baik, bisa mencontoh Kota Sibolga yang merayakan HUT tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui dukungan sponsor. Mengapa di Tapteng rakyat yang harus menanggung biaya pesta?" tambah Anggiat.
Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menekankan pentingnya efisiensi dan melarang pemborosan anggaran melalui seremoni berlebihan.
"Apa yang dilakukan kepala daerah di Tapteng bukan hanya mengabaikan suara rakyat, tetapi juga tidak sejalan dengan arahan Presiden. Hal ini tentu patut menjadi perhatian serius," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Anggiat mendorong aparat penegak hukum, BPK, hingga KPK untuk turut mengawasi dan menyelidiki penggunaan anggaran tersebut.
"CMMI bersama masyarakat Tapteng akan terus mengawal isu ini. APBD adalah milik rakyat, bukan untuk dihamburkan sesuka hati," pungkasnya.*
TANJUNG TIRAM Suasana penuh kekhusyukan dan keagamaan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tanj
AGAMA
JAKARTA Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD meminta masyarakat turut mengawasi jalannya persidangan kasus penyiraman air keras terhadap akti
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah keXXX Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Asahan, S
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Rancangan UndangUndang (RUU) Pengasuh
NASIONAL
JAKARTA Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat pada Senin (27/4
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat melakukan koordinasi intensif untuk membebaskan empat warga negara Indonesia (WN
INTERNASIONAL
JAKARTA Seorang prajurit TNI kembali dilaporkan gugur dalam misi perdamaian Perserikatan BangsaBangsa (PBB) di Lebanon. Insiden tersebut
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan pada Senin (27/4/2026) terpantau masih berada pada level tinggi. Cabai rawit merah tercatat menjad
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan aturan baru terkait pengurusan piutang negara yang memungkinkan neg
EKONOMI
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang digelar di Hotel Raffles J
NASIONAL