Rakhmat digeser ke posisi Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, sementara kursi Kepala Damkar yang ditinggalkan Yunus belum diisi oleh pejabat definitif.
Dalam keterangannya usai pelantikan, Wali Kota menegaskan bahwa pergantian pucuk pimpinan Satpol PP bukan sekadar rotasi biasa, tetapi bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi.
"Terutama Satpol PP ke depan bisa reaktif, responsif, dan lebih cepat bekerjanya," ujar Rico Waas.
Beberapa permasalahan krusial yang harus segera ditangani oleh Kasatpol PP yang baru antara lain penertiban bangunan liar, peningkatan ketertiban umum, serta memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Rico Waas menekankan pentingnya kolaborasi dan tidak saling melempar tanggung jawab dalam penegakan Perda dan kebijakan pemerintah kota.
"Penertiban OPD gak boleh lagi lempar bola. Misal, masalah bangunan liar itu biasanya jadi tarik-ulur antara Dinas Perkim dan Satpol PP. Saya minta sekarang kerja sama, jangan lempar-lempar bola lagi," tegasnya.
M Yunus, sosok yang dikenal tegas dan disiplin selama menjabat Kepala Damkar, diharapkan mampu membawa semangat baru dalam tubuh Satpol PPMedan.
Ia juga dinilai memiliki pendekatan lapangan yang kuat dan siap berhadapan langsung dengan persoalan-persoalan di tingkat masyarakat.
Selain pelantikan Kasatpol PP, Wali Kota Medan juga merotasi Laksana Putra dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip menjadi Asisten Umum Setda Kota Medan.