JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut angka kemiskinan di Indonesia menunjukkan tren penurunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai capaian itu merupakan hasil nyata dari langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki data dan mengintegrasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan.
"Alhamdulillah, lewat program-program Bapak Presiden Prabowo dan langkah strategis yang sudah ditetapkan, kemiskinan terus menurun secara terukur," ujar Gus Ipul di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2025).
Gus Ipul menegaskan, perbaikan dan validasi data menjadi fondasi utama dalam meningkatkan efektivitas kebijakan sosial.
Dengan data yang akurat, kata dia, bantuan dan intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
"Presiden meminta kita memulai dengan data yang akurat. Kalau datanya akurat, intervensi kita juga akurat. Dan kalau intervensi akurat, dampaknya akan nyata," tegasnya.
Menurutnya, integrasi data dan program dari berbagai kementerian telah membuat hasil penanganan kemiskinan semakin terlihat di masyarakat.
"Strategi Pak Presiden mulai terasa hari-hari ini. Karena datanya sama dan terintegrasi, maka dampaknya lebih nyata. Kalau kita konsisten, target 0 persen kemiskinan ekstrem di 2026 dan 5 persen kemiskinan umum di 2029 bisa tercapai," jelasnya.
Saat ini, angka kemiskinan nasional tercatat di kisaran 8,47 persen, dan pemerintah optimistis akan menurun pada rilis data berikutnya.
Selain membahas kemiskinan, Gus Ipul juga menyinggung program pendidikan sosial melalui Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang kini dikembangkan Kementerian Sosial.
Ia mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Sekolah Garuda, yang diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Rakyat dari keluarga kurang mampu namun memiliki potensi akademik tinggi.
"Banyak lulusan Sekolah Rakyat yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke Sekolah Garuda. Nanti akan kita seleksi sesuai kemampuan akademiknya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kemensos juga akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk membuka akses kuliah bagi para siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.
"Kami sudah siapkan kerja sama dengan Dikti minggu depan agar anak-anak Sekolah Rakyat bisa lanjut ke perguruan tinggi," ujar Gus Ipul.
Menurut data Kemensos, sekitar 6.000 siswa SMA dari Sekolah Rakyat akan lulus pada tahun 2028. Mereka akan dibimbing melalui dua jalur, melanjutkan pendidikan ke universitas atau langsung bekerja.
"Ada dua jalur yang disiapkan: kuliah dan bekerja. Dua-duanya akan dibimbing agar anak-anak bisa mengejar mimpinya," pungkas Gus Ipul.*
(kp/a008)
Editor
: Adelia Syafitri
Gus Ipul Sebut Angka Kemiskinan Terus Turun di Era Presiden Prabowo: “Langkah Besar Telah Dimulai”