MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyoroti secara tegas wacana pemekaran wilayah yang mencuat, khususnya yang menyangkut Kabupaten Batu Bara.
Hal ini disampaikannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumatera Utara Tahun 2027, Rabu (22/4/2026).
Bobby Nasution menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak pemekaran yang dinilai berpotensi mengganggu rencana besar pembangunan kawasan industri terpadu yang sedang digodok oleh Pemprov Sumut.
Di hadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan langsung di depan Bupati Batu Bara, H. Baharuddin, Bobby mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi saat ini tengah merancang pengembangan ekonomi skala besar, termasuk menggandeng skema pembiayaan melalui kerja sama investasi.
"Kami sedang mencoba membangun kawasan industri terpadu bersama, termasuk di wilayah Kabupaten Batu Bara. Tapi kalau rencana pemekaran itu berjalan, bisa jadi pengembangan tersebut tidak dilanjutkan di sana, Pak," ujar Bobby Nasution dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan bahwa jika Batu Bara nantinya masuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Timur yang baru, maka statusnya sebagai bagian dari kawasan strategis pembangunan Sumatera Utara akan otomatis berubah.
"Kalau nanti menjadi provinsi baru, maka bukan lagi bagian dari kawasan industriSumatera Utara. Padahal, banyak fokus pembangunan kita ada di Batu Bara, termasuk sektor pertanian unggulan seperti cabai. Kalau jadi mekar, bisa batal semua rencana investasi dan pembangunan itu," tegasnya.
Tak hanya soal pembangunan, Bobby Nasution juga mengingatkan bahwa pemekaran wilayah bukanlah jaminan kemajuan.
Ia menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang tidak hanya membuka peluang pemekaran, tetapi juga kemungkinan penggabungan atau penyatuan wilayah (merger).
"Ketika moratorium dibuka, bukan hanya pemekaran yang dibahas, tapi juga penggabungan. Hati-hati, jangan sampai jumlah daerah bertambah, tapi justru ada yang berkurang atau hilang. Hati-hati, Pak Bahar, jangan sampai bukannya berkembang malah hilang," ujarnya memberikan peringatan.
Bobby Nasution bahkan menekankan pentingnya kesiapan fiskal dan administrasi.
Dalam nada yang tegas namun diselingi candaan, ia mengingatkan risiko jika pemekaran dipaksakan padahal belum siap.
"Nanti bersatu lagi dengan Asahan kan tidak enak juga. Bukannya mekar, malah menciut. Apalagi kondisi keuangan daerah saat ini, jangan sampai nanti justru kesulitan. Kalau mau jadi provinsi, harus sudah siap dan mandiri menjalankan kewenangan provinsi," katanya.
Pernyataan Gubernur Bobby Nasution ini menjadi sorotan dalam forum tersebut, mengingat isu pemekaran Provinsi Sumatera Timur belakangan mulai mencuat kembali di tengah dinamika politik dan pembangunan daerah.
Pemprov Sumut menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pembangunan berbasis kawasan strategis dan investasi, dengan mempertimbangkan kesiapan daerah secara menyeluruh sebelum mengambil langkah besar.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Bobby Nasution "Sentil" Rencana Pemekaran Sumatera Timur: Batu Bara Diingatkan, Jangan Sampai "Mekar Jadi Menciut"