Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.
Kegiatan yang digelar di pendopo rumah dinas Wali Kota, Jumat (1/5/2026), berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengatakan May Day bukan sekadar seremonial, melainkan ruang memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.
Baca Juga:
"Pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja di Kota Tanjungbalai," ujar Mahyaruddin dalam sambutannya.
Ia menyebut pemerintah akan memperluas lapangan kerja, menjamin pemenuhan hak pekerja sesuai regulasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan.
Mahyaruddin juga menyoroti masih adanya perusahaan swasta yang belum memenuhi kewajiban upah sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Tanjungbalai sebesar Rp3,49 juta per bulan.
Pemerintah, kata dia, akan memperkuat pengawasan melalui inspeksi rutin ke perusahaan.
Selain soal upah, ia menegaskan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban jaminan sosial ketenagakerjaan, standar lingkungan, hingga keterlibatan tenaga kerja lokal.
"Pengawasan terhadap administrasi perusahaan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terus kami tingkatkan," katanya.
Pemerintah Kota Tanjungbalai juga mendorong investasi yang dinilai mampu membuka lapangan kerja baru.
Salah satunya melalui program makan bergizi gratis yang disebut telah melibatkan 35 dapur SPPG dengan potensi serapan 1.750 tenaga kerja.
Selain itu, pembangunan koperasi Merah Putih dan kerja sama penyaluran tenaga kerja ke luar negeri turut menjadi bagian dari strategi penyerapan tenaga kerja.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Tanjungbalai turun dari 4,08 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.
"Ini bukan semata keberhasilan pemerintah, tetapi hasil kerja bersama buruh, dunia usaha, dan masyarakat," kata Mahyaruddin.
Perwakilan serikat buruh, Haposan Manurung, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi pemerintah dalam pelaksanaan May Day.
Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja, terutama terkait upah yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan hidup.
Acara ditutup dengan penyerahan piagam dan tali asih kepada sejumlah serikat pekerja, di antaranya SPTI, SBSI, RTMM, dan KSPSI, sebagai simbol kemitraan antara pemerintah dan buruh.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.