BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Maruli Siahaan Tinjau Lapas Tanjung Gusta, Soroti Over Kapasitas hingga Kesiapan Program MBG

Dodi Kurniawan - Kamis, 14 Mei 2026 10:00 WIB
Maruli Siahaan Tinjau Lapas Tanjung Gusta, Soroti Over Kapasitas hingga Kesiapan Program MBG
Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta untuk meninjau pelayanan warga binaan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta untuk meninjau pelayanan warga binaan, pengawasan lapas hingga kesiapan pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungannya, Maruli menyoroti kondisi over kapasitas penghuni lapas yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, solusi seperti remisi maupun pengurangan masa tahanan bagi warga binaan yang memenuhi syarat perlu didorong agar kapasitas lapas kembali normal.

"Kita lihat memang over kapasitas. Ini nanti harus kita dorong bagaimana warga binaan yang sudah memenuhi syarat bisa mendapatkan remisi atau pengurangan supaya kapasitas bisa kembali normal," ujar Maruli, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga:

Maruli juga mengapresiasi pembinaan yang dilakukan pihak lapas terhadap warga binaan. Ia menilai program pembinaan rohani hingga pelatihan keterampilan berjalan cukup baik.

Menurutnya, kerja sama Lapas Kelas I Medan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi langkah positif, terutama dalam pelatihan penanganan pertama bagi warga binaan ketika terjadi kondisi darurat kesehatan di dalam lapas.

"Pembinaan rohani berjalan baik, termasuk pelatihan-pelatihan untuk warga binaan. Tadi juga ada kerja sama dengan PMI untuk pelatihan penanganan pertama kalau ada warga binaan sakit atau cedera," katanya.

Selain itu, Maruli turut meninjau fasilitas klinik dan dapur lapas. Ia menyebut kondisi kebersihan lapas cukup baik, meski ada beberapa fasilitas dapur yang masih perlu dibenahi.

"Nanti kita sarankan kepada Kalapas supaya diajukan ke kementerian terkait kekurangan peralatan dapur agar bisa segera dilengkapi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fanika Affandi menegaskan pihaknya terus memperketat pengawasan di lingkungan lapas, termasuk dalam menangani kasus penipuan digital seperti love scamming.

Menurut Fanika, pihak lapas telah menerapkan sejumlah langkah pengawasan, termasuk peluncuran aplikasi Simwas Pim atau Sistem Pengawasan Pimpinan.

"Kami sudah melaksanakan pengawasan ketat di lapangan dan menerapkan aplikasi Simwas Pim untuk memperkuat sistem pengawasan secara berjenjang," jelas Fanika.

Terkait program MBG, Fanika menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan terkait titik lokasi dapur SPPG di kawasan Tanjung Gusta karena harus menyesuaikan aturan jarak antar dapur MBG.

"Kalau di Sumut sudah ada beberapa titik seperti Langkat, Tebing Tinggi, dan Sibolga. Untuk kawasan Tanjung Gusta masih dibahas karena jaraknya cukup dekat dengan SPPG lain," ujarnya.

Maruli menambahkan, pembangunan dapur MBG harus mengikuti aturan radius agar tidak terjadi tumpang tindih pelayanan yang justru merugikan program pemerintah.

"Kalau memang sudah ada MBG lain di lokasi tersebut, maka tidak boleh terlalu dekat. Harus mengikuti aturan radius supaya program Presiden ini berjalan maksimal dan tidak tumpang tindih," tegasnya.*

(dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kunjungi Lapas Kelas I Medan, Maruli Siahaan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Aturan Pemerintah
Program MBG Dinilai Terlalu Dipaksakan, DPR Ungkap Ribuan Dapur Belum Siap Operasi
DPR Soroti Tragedi Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM
200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya, BGN Akui SPPG Tembok Dukuh Langgar SOP
Siswa Kini Bisa Usulkan Menu MBG Sesuai Selera, Ini Mekanisme dan Peran SPPG
BSI Salurkan Hampir Rp 200 Miliar untuk 211 Dapur MBG, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru