BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Bahlil Sebut CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Diuji di China dan Indonesia

Adelia Syafitri - Senin, 18 Mei 2026 17:57 WIB
Bahlil Sebut CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Diuji di China dan Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). (Foto: tirto/Qonita Azzahra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proses uji coba penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti elpiji 3 kilogram (kg) akan dilakukan di dua negara, yakni China dan Indonesia.

Bahlil mengatakan uji coba tersebut dilakukan karena teknologi CNG untuk tabung 3 kg masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan pengujian keamanan, terutama terkait tekanan tinggi.

"Ada dua (lokasi uji coba). Satu, karena pabriknya itu ada di China. Dan yang kedua adalah kita akan melakukan di Indonesia," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, tabung CNG untuk ukuran 3 kg memiliki tekanan hingga 250 bar sehingga perlu dilakukan pengujian ketat sebelum diterapkan secara luas kepada masyarakat.

"3 kilogram ini daya tekanannya kan besar, 250 bar. Jadi, ini harus dicek dulu," ujarnya.

Bahlil menyebut penggunaan CNG sebenarnya sudah berjalan untuk tabung ukuran 12 kg dan 20 kg yang digunakan sektor industri seperti hotel, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemerintah masih memfokuskan pengembangan untuk kebutuhan rumah tangga.

"Itu untuk 12 kilo sama 20 kilo sudah jalan di hotel-hotel, restoran, di MBG. Tapi kita lagi melakukan uji coba untuk 3 kilogram untuk rakyat," katanya.

Sebelumnya, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pengujian teknis terhadap tabung CNG 3 kg sejak awal Mei 2026.

Ia menegaskan, penggunaan CNG untuk masyarakat harus dipastikan aman dan sesuai standar sebelum menggantikan elpiji 3 kg yang selama ini digunakan rumah tangga.*

(k/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ariyo Irhamna Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Terlalu Bergantung pada Belanja Negara
RI Gandeng Korea Selatan Perkuat Layanan Darurat Nasional 112
Rupiah Anjlok, Prabowo Panggil Airlangga hingga Gubernur BI ke Istana
Rupiah Tembus Rp17.600, Perry Warjiyo Tegaskan BI Fokus Jaga Stabilitas Bukan Level Kurs
Bos BEI Bongkar Penyebab IHSG Longsor: Dipicu Tekanan Bursa Asia dan Sentimen Global
Purbaya Bantah MBG dan Kopdes Bebani APBN: Fiskal RI Masih Aman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru