BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

Rico Waas Gandeng Kemenkeu Perkuat Ekonomi Medan, UMKM dan Belawan Jadi Fokus Pengembangan

Abyadi Siregar - Kamis, 04 Juni 2026 14:02 WIB
Rico Waas Gandeng Kemenkeu Perkuat Ekonomi Medan, UMKM dan Belawan Jadi Fokus Pengembangan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumatera Utara di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 4 Juni 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Kota Medan bersama Kementerian Keuangan wilayah Sumatera Utara memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, penguatan pengawasan cukai, hingga percepatan pembangunan kawasan Belawan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sumatera Utara dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menegaskan bahwa Kota Medan harus mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berdaya saing, tidak hanya sebagai daerah tujuan distribusi barang, tetapi juga sebagai penghasil produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga:

Menurut Rico, posisi Medan sebagai pusat ekonomi Sumatera Utara menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem usaha dan perdagangan.

Karena itu, pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

"Kota Medan memiliki posisi strategis sebagai hub UMKM di Sumatera Utara. Karena itu, Medan harus mampu menyiapkan produk yang dibutuhkan pasar luar daerah maupun luar negeri guna meningkatkan ekspor dan memperkuat perekonomian daerah," kata Rico.

Meski memiliki banyak produk unggulan, Rico mengakui pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kemasan produk yang dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di pasar modern dan ekspor.

Ia menyebut berbagai produk khas Medan seperti rengginang, sumpia, hingga teri Medan memiliki kualitas yang mampu bersaing.

Namun tingginya biaya pengemasan masih menjadi hambatan yang perlu mendapat perhatian bersama.

"Kita punya banyak produk unggulan dengan kualitas baik, tetapi persoalan packaging masih menjadi tantangan karena biayanya cukup tinggi. Ini perlu dicarikan solusi agar produk lokal semakin kompetitif," ujarnya.

Selain pengembangan UMKM, Rico juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan kawasan Belawan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Medan.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur, khususnya akses jalan dan fasilitas pendukung logistik, akan berperan penting dalam menarik investasi dan memperlancar arus distribusi barang.

Pengembangan Belawan dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat sektor ekonomi daerah.

Menurut Rudy, Kementerian Keuangan memiliki sejumlah program pemberdayaan UMKM yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, termasuk pendampingan bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Ia menilai posisi Medan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan UMKM di Sumatera Utara sangat strategis sehingga perlu didukung melalui kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memperluas akses pasar.

"Kami siap bersinergi dengan Pemko Medan, baik dalam pengembangan kawasan Belawan maupun pemberdayaan UMKM agar semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar ekspor," kata Rudy.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing daerah, serta memperluas peluang ekspor bagi produk-produk unggulan Kota Medan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Piring Anak, Gengsi Presiden
PKS SGAM Jelaskan Alasan Harga TBS Sawit Tidak Selalu Sama dengan Daerah Lain
Tertinggi dalam Sejarah Pengadaan Pangan Nasional! BULOG Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras Petani, Sumut Serap Hampir 15 Ribu Ton
Disbunnak Tanjab Timur Sidak PKS, Pastikan Harga TBS Sawit Sesuai Ketetapan Pemerintah
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026 Jadi Undang-Undang, Apa Saja Perubahannya?
Kejagung Sebut Dadan Hindayana Cs Bersekongkol dalam Korupsi Program MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru