Baru 16 Persen Cair dari Rp135 M, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lima Puluh Kota Sebelum Tahun Ini Habis
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
BATU BARA - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusul penempelan stiker sebagai penanda penerima bantuan sosial di sejumlah rumah warga.
Di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, masyarakat mempertanyakan ketepatan sasaran penerima bansos. Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat rumah yang ditempeli stiker penerima bantuan namun secara fisik terlihat memiliki bangunan permanen dan sejumlah fasilitas yang dinilai cukup memadai.
Bahkan, di antara rumah yang menjadi sorotan masyarakat tersebut terdapat fasilitas seperti pendingin ruangan (AC) serta kendaraan roda empat.Baca Juga:
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah data penerima bantuan sosial tersebut masih sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga saat ini?
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara, khususnya Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, untuk melakukan evaluasi dan verifikasi ulang terhadap data penerima bansos agar bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Lapor Pak Bupati, kami berharap penerima bantuan sosial dievaluasi kembali. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar miskin dan membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan, sementara yang kondisi ekonominya sudah lebih baik masih tercatat sebagai penerima," demikian harapan yang disampaikan masyarakat.
Bukan Sekadar Melihat Kondisi Rumah
Perlu dipahami, kondisi rumah, kepemilikan AC maupun kendaraan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan seseorang tidak berhak menerima bansos. Pemerintah memiliki mekanisme penilaian kesejahteraan yang mempertimbangkan sejumlah indikator sosial dan ekonomi.
Pada 2026, penyaluran bantuan sosial pemerintah mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan ke dalam desil 1 hingga desil 10, dengan desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan desil 10 sebagai kelompok paling mampu.
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), prioritas penerima berada pada kelompok desil 1–4, sedangkan bantuan Sembako/BPNT diprioritaskan pada desil 1–5. Namun, masuk dalam desil tersebut tidak serta-merta berarti otomatis menerima seluruh jenis bantuan karena setiap program memiliki ketentuan dan kriteria tersendiri.
Secara umum, penerima bansos harus merupakan warga yang memenuhi ketentuan program, memiliki data kependudukan yang valid, terdata dalam sistem kesejahteraan pemerintah, serta masuk dalam kategori keluarga miskin, sangat miskin, atau rentan miskin sesuai mekanisme penetapan yang berlaku.
Ada Mekanisme Verifikasi dan Pemutakhiran Data
Pemerintah juga perlu memastikan data penerima terus diperbarui. Kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah seiring waktu, sehingga data penerima bantuan perlu diverifikasi secara berkala.
Karena itu, apabila ditemukan warga yang diduga sudah mengalami peningkatan kesejahteraan tetapi masih menerima bansos, masyarakat dapat menyampaikan informasi tersebut kepada pemerintah desa/kelurahan atau Dinas Sosial untuk dilakukan verifikasi dan validasi lapangan.
Begitu pula sebaliknya, masyarakat yang benar-benar miskin tetapi belum masuk dalam data penerima bantuan harus mendapatkan kesempatan untuk dilakukan pendataan dan pengusulan sesuai prosedur.
Masyarakat Minta Bansos Tepat Sasaran
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak hanya melakukan penempelan stiker, tetapi juga memastikan akurasi data dan kondisi penerima di lapangan.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keadilan sosial sekaligus memastikan anggaran bantuan pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Jangan sampai bantuan salah sasaran. Yang miskin harus dibantu, sementara yang sudah mampu harus diverifikasi kembali. Kami berharap Pak Bupati Batu Bara turun tangan dan meminta OPD terkait melakukan evaluasi secara menyeluruh," harap masyarakat.
Dengan adanya evaluasi dan pemutakhiran data secara berkala, diharapkan program bansos di Kabupaten Batu Bara dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Catatan: Informasi mengenai rumah, AC dan kendaraan dalam tulisan ini merupakan sorotan/pengamatan masyarakat dan bukan kesimpulan bahwa pemilik rumah tersebut pasti tidak berhak menerima bantuan. Penentuan kelayakan tetap harus dilakukan melalui verifikasi dan validasi oleh pihak berwenang berdasarkan data dan ketentuan program bantuan yang berlaku.* (dh)
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
LANGKAT Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Utara (PMS) Kabupaten Langkat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP,
POLITIK
CHONBURI Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak tidak terlalu puas meski skuad Garuda berhasil menang 30 atas Timor Leste pada laga
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi III DPR RI dipastikan masih menyusun dan melakukan harmonisasi terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset. Bahk
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pe
EKONOMI
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembangkan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur rel Direktorat Jenderal P
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Batu Bara melalui Bidang Perlindungan Anak
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai membuka secara transparan tata kelol
PEMERINTAHAN
BATU BARA Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusu
PEMERINTAHAN