BREAKING NEWS
Senin, 07 September 2026

342 Bencana Landa Sumut dalam 8 Bulan, Bobby Nasution Terbitkan Ingub Siaga Karhutla dan Banjir

Adelia Syafitri - Senin, 07 September 2026 17:27 WIB
342 Bencana Landa Sumut dalam 8 Bulan, Bobby Nasution Terbitkan Ingub Siaga Karhutla dan Banjir
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution (kanan) melakukan rapat teknis bersama Bupati Karo Antonius Ginting, Forkpimda Kabupaten Karo, BMKG Sumut, serta Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung Armen Putra di Pusat Vulkanologi dan Mitiga
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Sumatera Utara berpotensi menghadapi sejumlah bencana hidrometeorologi sepanjang September hingga Oktober 2026. Mengantisipasi kondisi tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering dan basah.

Ingub tersebut ditujukan kepada para bupati, wali kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Instruksi itu ditandatangani Bobby pada Selasa (1/9/2026).

Dalam instruksinya, Bobby meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir hingga tanah longsor.

Baca Juga:

Untuk menghadapi bencana hidrometeorologi kering, para kepala daerah diminta mengawasi kawasan hutan dan lahan di wilayah masing-masing. Salah satu langkah yang ditekankan adalah memastikan tidak ada kegiatan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Setiap kejadian kebakaran ditangani secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi, lalu memastikan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai bahaya kebakaran lahan dalam kondisi cuaca panas dan kering," demikian isi Ingub Nomor 188.54/8/1NST/2026.

Bobby juga meminta upaya pencegahan dilakukan sebelum kebakaran terjadi, sehingga penanganan tidak hanya mengandalkan langkah pemadaman setelah api muncul.

Untuk menghadapi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor, kepala daerah diminta melakukan sejumlah langkah mitigasi.

Salah satunya adalah menyiapkan evakuasi mandiri berbasis komunitas pada permukiman yang berada di bawah tebing atau kawasan rawan longsor. Evakuasi dilakukan apabila hujan lebat turun lebih dari satu jam secara berturut-turut.

Pemerintah daerah juga diminta memantau debit air dan curah hujan di wilayah hulu sungai secara berkala. Pemantauan tersebut bertujuan memberikan informasi peringatan dini mengenai kenaikan tinggi muka air kepada wilayah hilir.

Selain itu, seluruh aktivitas warga di sepanjang bantaran sungai yang mengalami peningkatan debit air diminta dihentikan ketika terjadi cuaca ekstrem.

Langkah mitigasi lainnya meliputi pembersihan drainase perkotaan, pengerukan sedimentasi sungai, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), serta perbaikan tanggul kritis yang rawan terdampak luapan air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Tuahta Ramajaya mengatakan penerbitan Ingub dipicu tingginya risiko bencana hidrometeorologi basah maupun kering di Sumatera Utara.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Sumut sejak 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 127 kejadian. Data tersebut mencakup angin puting beliung dan kekeringan.

Berikutnya terdapat 86 kejadian tanah longsor, 73 kejadian banjir, serta 46 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

"Hasil rekapitulasi kami dari 1 Januari hingga 4 September 2026, bencana yang paling sering terjadi adalah cuaca ekstrem sebanyak 127 kali, termasuk angin puting beliung dan kekeringan. Kemudian diikuti tanah longsor 86 kali, banjir 73 kali, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 46 kali," ujar Tuahta, Senin (7/9/2026).

Tuahta menyebut Ingub tersebut menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam menghadapi potensi karhutla antara lain Samosir, Padang Lawas, Simalungun dan Labuhanbatu.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harlah Kejaksaan RI ke-81, Wali Kota Mahyaruddin Dorong Sinergi dan Penegakan Hukum Berkeadilan
Ratusan Elemen Masyarakat Bireuen Bersatu di Apel Kebangsaan, Ikrarkan Perang Lawan Hoaks dan Perpecahan
Bupati Asahan Deklarasikan Pilkades Damai, 128 Cakades Diminta Siap Menang dan Kalah
Bupati Batu Bara Pimpin Rapat Forkopimda, Bahas Keamanan hingga Rencana PLTS
Gayo Bersatu, Ribuan Warga Aceh Deklarasikan Indonesia Damai di Takengon
Gemuruh Semangat Tanah Gayo Ribuan Warga Bener Meriah Gelar Apel Kebangsaan Teguhkan Komitmen NKRI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru