BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Harimau Sumatera Mangsa Sapi Warga di Aceh Timur, BKSDA Pasang Kamera Jebak

- Senin, 22 September 2025 19:20 WIB
Harimau Sumatera Mangsa Sapi Warga di Aceh Timur, BKSDA Pasang Kamera Jebak
Tim gabungan kepolisian bersama mitra memeriksa harimau yang mati usai dimangsa harimau di Aceh Timur, Senin (22/9/2025). (foto : polsek serbajadi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Aceh Timur – Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) memangsa sapi milik warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

Peristiwa itu menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat lokasi penemuan bangkai sapi cukup dekat dengan perkebunan kelapa sawit.

Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman, mengatakan sapi betina dewasa milik Sadam Husen (37) ditemukan mati di perkebunan PT Agra Bumi Niaga pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 10 kilometer dari pemukiman warga.

Baca Juga:
"Sapi tersebut ditemukan dengan luka gigitan di leher serta cakaran di punggung dan rahang. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa sapi dimangsa harimau sumatera," kata Sudirman, Senin (22/9/2025).

Tim Gabungan Turun ke Lokasi

Menyikapi laporan itu, tim gabungan dari Polsek Serbajadi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, dan Forum Konservasi Leuser (FKL) langsung turun ke lokasi penemuan bangkai sapi. Hasil identifikasi memperlihatkan ciri khas serangan predator besar.

Sebagai langkah antisipasi, tim BKSDA memasang kamera jebak di sekitar lokasi kejadian. Perangkat itu digunakan untuk memastikan keberadaan harimau dan memantau pergerakannya.

"Menurut petugas BKSDA, biasanya harimau akan kembali ke lokasi mangsanya. Karena itu kamera jebak sangat penting untuk mendeteksi pola pergerakan satwa dilindungi tersebut," jelas Sudirman.

Imbauan kepada Warga

Polsek Serbajadi dan BKSDA mengimbau warga, khususnya pemilik ternak, agar lebih waspada. Hewan peliharaan seperti sapi, kerbau, atau kambing sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran di area perkebunan atau hutan terbuka, terutama pada malam hari.

"Kami sarankan ternak dibawa pulang dan dikandangkan saat malam hari, supaya terhindar dari serangan satwa liar," tegas Kapolsek.

Upaya Konservasi

Harimau sumatera adalah satwa dilindungi yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat. BKSDA bersama berbagai lembaga terus melakukan upaya perlindungan agar konflik antara satwa liar dengan manusia bisa diminimalisir.

Kasus pemangsaan sapi ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar tetap menjaga kewaspadaan sekaligus mendukung upaya konservasi satwa endemik Pulau Sumatera tersebut.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tapsel Bahas Koridor Satwa di Batang Toru, Dukung Pelestarian Orangutan Tapanuli
BRIN: Orangutan Tapanuli Harus Jadi Spesies Prioritas Konservasi, Populasi Terancam Habis
Warga Sibuhuan Dikejutkan Kemunculan Beruang Madu di Permukiman
Heboh Pembangunan Vila di Pulau Padar, Menhut: Tak Akan Ganggu Habitat Komodo
INALUM Dukung Patroli Hutan dan Edukasi Konservasi di Taman Nasional Gunung Leuser
Komisaris Pertamina Tinjau Operasi Hulu Migas dan Program Konservasi Orang Utan di Kaltim
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru