LANGKAT – Jalan penghubung Kecamatan Stabat–Secanggang di Kampung Nangka kian rusak, memicu kekhawatiran warga dan sejumlah elemen masyarakat terhadap lambannya perbaikan infrastruktur di Kabupaten Langkat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan (PUTR) Langkat, Khairul Azmi, menegaskan bahwa proses perbaikan jalan kini masih dalam tahap penyusunan dokumen.
"Masalah jalan ke Secanggang ini masih proses penyusunan dokumen. Segera bulan Maret 2026 ini kami tayangkan," ujar Azmi, Selasa (3/3/2026).
Azmi menjelaskan, anggaran awal perbaikan jalan sebesar Rp 2,3 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Langkat, sementara pengaspalan ruas jalan akan diperluas dengan tambahan dana bagi hasil (DBH) sekitar Rp 4,7 miliar.
Soni Mario Tamba, Koordinator Barisan Perjuangan Rakyat (BAPERA), mendesak Pemkab Langkat untuk segera merealisasikan pembangunan jalan.
"Percepatan pembangunan sangat diharapkan masyarakat. Infrastruktur yang apik menjadi faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi," kata Soni.
Soni menambahkan, warga Negeri Bertuah telah lama menunggu janji pemerintah terkait perbaikan ruas jalanStabat–Secanggang yang masih rusak parah.
Beberapa ruas jalan lainnya di Kota Stabat juga dalam kondisi memprihatinkan, memaksa pengguna jalan ekstra hati-hati melintas.
"Kalau tidak sekarang digenjot, keterlambatan pembangunan akan semakin panjang, dan ketertinggalan wilayah semakin terasa," tambahnya.
Menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat berharap pemerintah menyediakan infrastruktur yang layak, bukan jalan berlubang dengan debu beterbangan yang menghantui warga sepanjang tahun.
Pemkab Langkat berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas jalan ini dalam waktu dekat agar masyarakat dapat merasakan manfaat infrastruktur yang aman dan nyaman.*