Era Sang Legenda Berakhir, Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina di Usia 39 Tahun
JAKARTA Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Kapten Albiceleste itu mengumumkan pensiun dari se
OLAHRAGA
LAMPUNG — Warga Lampung, khususnya di Lampung Timur, Kota Metro, dan Lampung Selatan, digegerkan dengan penampakan benda bercahaya melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Awalnya, banyak yang menduga benda tersebut merupakan meteor jatuh atau bahkan rudal nyasar.
Namun, Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra, memastikan benda tersebut bukan meteor maupun komet.Baca Juga:
Dugaan sementara, fenomena ini adalah sampah antariksa yang masuk kembali ke atmosfer Bumi, kemungkinan sisa roket asal China.
Mahasiswa Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar, menambahkan bahwa durasi kemunculan benda tersebut, hampir satu menit, tidak sesuai dengan karakteristik meteor yang biasanya hanya tampak beberapa detik.
Berdasarkan hasil pengamatan dan data pelacakan objek antariksa, benda ini lebih cenderung serpihan roket atau satelit yang terbakar saat memasuki atmosfer.
"Fenomena ini memang menarik, tapi penting untuk tetap mengandalkan data ilmiah agar tidak terjadi kesalahpahaman," kata Irsyad.
Ia menekankan, masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan resmi dari lembaga terkait dan tidak mudah terpengaruh video viral di media sosial.
Data tambahan menunjukkan bahwa beberapa peluncuran roket internasional beberapa hari terakhir, termasuk Falcon 9 dan Atlas oleh Amerika Serikat, dapat menghasilkan puing yang masuk kembali ke atmosfer.
Namun, temuan laboratorium ITERA mengarah pada objek CZ-3B R/B milik China sebagai sumber fenomena ini.
Fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer bukan hal baru.
Gesekan dengan udara saat kembali ke Bumi menghasilkan cahaya terang yang sering disalahartikan sebagai meteor.
Warga dan petugas, termasuk Humas Taman Nasional Way Kambas, Riri Fitriandi, menyatakan fenomena ini terlihat jelas, tetapi tidak menimbulkan kepanikan.
"Durasinya hampir satu menit. Kelihatan jelas, tapi tidak ada kepanikan. Kemungkinan serpihan benda buatan manusia yang terbakar," ujarnya.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai benda langit misterius ini, namun temuan ITERA menjadi rujukan ilmiah pertama atas fenomena yang menarik perhatian publik ini.
Fenomena ini kembali mengingatkan pentingnya pemahaman publik terhadap fenomena antariksa dan verifikasi ilmiah sebelum mempercayai informasi viral.*
(tm/ad)
JAKARTA Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Kapten Albiceleste itu mengumumkan pensiun dari se
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pemberian tunjangan khusus bagi dokt
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla harus dilakukan t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru tidak hanya terjadi di Univers
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bergantung pad
NASIONAL
JAKARTA Keluarga mendiang Sutrimo mendesak Polda Metro Jaya mencari ponsel milik korban yang hingga kini belum ditemukan. Keluarga menil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis atau
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Naomi Sari Kristiani Harefa, adik Iman Harefa, membantah tudingan di media sosial yang menyebut dirinya diduga terlibat dalam kema
HUKUM DAN KRIMINAL
MALUKU Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menetapkan eks Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Maluku Tengah Muhammad Marasabessy sebagai tersangka
LABUHANBATU SELATAN Dua pejabat senior Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Saripuddin dan Hj. Agustina Nasution, memasuk
PEMERINTAHAN