BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Fakta-fakta Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Tewaskan 16 Orang: Mesin Bermasalah hingga Dugaan Human Error

Nurul - Kamis, 07 Mei 2026 13:22 WIB
Fakta-fakta Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Tewaskan 16 Orang: Mesin Bermasalah hingga Dugaan Human Error
Bus ALS terbakar hebat akibat bertabrakan dengan truk tangki bermuatan BBM di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MURATARA Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum). Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan dengan truk tangki bermuatan bahan bakar minyak di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB.

Sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Korban tewas terdiri atas 14 penumpang dan kru bus ALS serta dua orang dari pihak truk tangki.

Baca Juga:

Benturan keras antara kedua kendaraan memicu kebakaran hebat yang membuat sebagian besar korban sulit dikenali.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin mengatakan bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

Saat tiba di lokasi kejadian, bus diduga mengambil jalur berlawanan dan menghantam truk tangki milik PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan.

"Diduga bus ALS masuk ke jalur kanan sehingga bertabrakan dengan mobil tangki BBM," kata Iin, Rabu, 6 Mei 2026.

Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim menyebut dugaan sementara kecelakaan dipicu upaya sopir bus menghindari jalan berlubang di badan jalan nasional tersebut.

Namun manuver itu membuat kendaraan kehilangan jalur dan tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras menimbulkan percikan api yang dengan cepat membakar kedua kendaraan. Api melalap hampir seluruh badan bus sehingga banyak korban terjebak di dalam.

Pengemudi bus ALS bernama Alif (44), warga Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia. Dua kru bus lainnya, Saf (50) dan Maleh (42), warga Medan, juga tewas dalam kebakaran.

Sementara sopir truk tangki Aryanto alias Yanto (48) dan penumpangnya Martono (47) turut menjadi korban meninggal.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia atau human error.

"Pengemudi bus diduga berupaya menghindari lubang lalu mengambil jalur kanan," ujar Nandang.

Selain faktor jalan, sejumlah penumpang selamat mengungkapkan bus ALS sempat mengalami gangguan mesin sebelum kecelakaan terjadi.

Salah satu korban selamat, Ngadiono (44), mengatakan kendaraan beberapa kali berhenti karena radiator dan mesin mengalami panas berlebih.

"Sempat rusak bagian mesin dan radiator, lalu diperbaiki dan jalan lagi," kata Ngadiono.

Ia juga menilai kondisi bus sudah tidak layak jalan. Namun para penumpang tetap melanjutkan perjalanan karena tiket tidak dapat dibatalkan.

"Kondisi mobilnya sudah tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat," ujarnya.

Hingga Kamis, 7 Mei 2026, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan masih melakukan proses identifikasi korban di RS Bhayangkara Palembang.

Sebagian besar jenazah mengalami luka bakar berat sehingga membutuhkan pemeriksaan forensik mendalam.

Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto mengatakan proses identifikasi melibatkan tujuh dokter forensik dan puluhan personel gabungan.

"Ini bukan soal cepat atau lambat, tetapi soal ketepatan identifikasi," kata Andrianto.

Sementara itu, empat orang dilaporkan selamat dan masih menjalani perawatan akibat luka bakar serta luka ringan di fasilitas kesehatan setempat.

Pihak PT ALS hingga kini belum memberikan penjelasan rinci terkait kondisi armada yang beroperasi dalam perjalanan Semarang-Medan tersebut.

Manajemen perusahaan menyatakan masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses identifikasi korban dan pendampingan keluarga.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nilai Akuntabilitas Polda Aceh Tembus 91,54 Persen, Ini Kata Kapolda Marzuki
Polda Sumsel Ungkap Barang Tak Wajar di Bagasi Bus ALS Usai Kecelakaan Maut yang Tewaskan 16 Orang, Ada Motor hingga Tabung Gas
Rentetan Kasus Lama Kembali Muncul, Kompol DK Akhirnya Dipecat!
Wujudkan Generasi Emas, DWP Sumut Dorong Ibu Jadi Kunci Penguatan Literasi Anak
Dukung Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Bobby Nasution Dorong Percepatan Infrastruktur demi Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Nias
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru