BREAKING NEWS
Sabtu, 16 Mei 2026

Usai Unggah Nobar Pesta Babi, Jurnalis di Kalteng Diancam Disiram Air Keras

Adelia Syafitri - Sabtu, 16 Mei 2026 08:15 WIB
Usai Unggah Nobar Pesta Babi, Jurnalis di Kalteng Diancam Disiram Air Keras
AJI mengecam keras ancaman penyiraman air keras terhadap seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah usai mengunggah ajakan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi. (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PALANGKA RAYA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras ancaman penyiraman air keras terhadap seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah usai mengunggah ajakan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi. AJI mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas pelaku intimidasi tersebut.

Aliansi Jurnalis Independen Aliansi Jurnalis Independen menilai ancaman terhadap jurnalis berinisial BB merupakan bentuk nyata pembungkaman kebebasan berekspresi dan intimidasi terhadap kerja jurnalistik.

Ketua AJI Persiapan Banjarmasin, Rendy Tisna mengatakan pihaknya mengutuk keras tindakan ancaman tersebut dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.

Baca Juga:

"Kalau ada pihak yang keberatan terhadap isi film dokumenter itu, semestinya ditempuh lewat jalur hukum, bukan dengan ancaman maupun intimidasi," ujar Rendy, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale merupakan karya jurnalistik yang menggambarkan realitas di lapangan dan publik berhak mengetahuinya.

AJI Indonesia bersama AJI Persiapan Banjarmasin juga memastikan kasus tersebut akan dilaporkan ke Mabes Polri sebagai bentuk keseriusan perlindungan terhadap jurnalis.

"Kasus ini akan kami laporkan ke Mabes Polri agar pelaku dan motif ancaman bisa diungkap secara terang," tegasnya.

Ancaman itu diterima BB melalui pesan WhatsApp pada Selasa (13/5/2026) malam. Pesan tersebut meminta dirinya menghapus unggahan ajakan nobar film Pesta Babi yang sebelumnya diposting di media sosial.

Dalam pesan itu, BB bahkan diancam akan mengalami kejadian serupa aktivis HAM yang pernah disiram air keras apabila tidak menghapus unggahannya.

BB mengaku awalnya mengira tautan yang dikirim pelaku merupakan upaya phising atau pencurian data pribadi. Namun setelah dicek, tautan tersebut ternyata langsung menuju unggahan media sosial miliknya.

Jurnalis yang juga anggota AJI tersebut menyebut ancaman itu sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi.

Ajakan nobar film dokumenter itu sebelumnya diposting melalui TikTok dan Instagram. Kegiatan nobar digelar di Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat dan dihadiri puluhan peserta.

Unggahan tersebut kemudian viral hingga ditonton lebih dari 50 ribu pengguna media sosial.

AJI meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Titip Pesan Menyentuh untuk Jemaah Haji Indonesia Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
1 Jemaah Haji Asal Medan Wafat di Tanah Suci, Diduga Alami Sesak Napas
Pemerintah Bangun 10 Kota Satelit Baru, Solusi Rumah Murah untuk Warga Bergaji Rendah
Jelang Puncak Haji, PPIH Arab Saudi Bentuk Satgas Armuzna untuk Pastikan Layanan dan Pengamanan Jemaah
Viral Guru Ngaji Ini Ungkap Titik Transaksi Narkoba di Deli Serdang, Malah Diteror Keluarga Pelaku
DPR Soroti Haji Ilegal WNI, Imigrasi Diminta Perketat Pengawasan Jelang Puncak Haji 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru