BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

Demo Penolakan Bermunculan, Ribuan Warga Malang Justru Gelar Aksi Bela Program MBG: Prabowo Baik

Johan - Sabtu, 20 Juni 2026 11:16 WIB
Demo Penolakan Bermunculan, Ribuan Warga Malang Justru Gelar Aksi Bela Program MBG: Prabowo Baik
Ribuan massa yang terdiri dari pengusaha, relawan, pelaku UMKM, petani, peternak, hingga mitra pelaksana program MBG menggelar aksi bertajuk Apel Akbar dan senam bersama di kawasan Bundaran Balai Kota Malang, Sabtu (20/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALANG – Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengemuka di Kota Malang, Jawa Timur.

Ribuan massa yang terdiri dari pengusaha, relawan, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), petani, peternak, hingga mitra pelaksana program MBG menggelar aksi bertajuk Apel Akbar dan senam bersama di kawasan Bundaran Balai Kota Malang, Sabtu (20/6/2026).

Aksi tersebut menjadi respons atas berbagai demonstrasi dan penolakan terhadap program MBG yang sebelumnya disuarakan sejumlah kelompok mahasiswa di berbagai daerah.

Baca Juga:

Berbeda dengan aksi mahasiswa yang identik mengenakan pakaian serba hitam, massa pendukung MBG tampil kompak mengenakan pakaian putih.

Sejumlah poster bertuliskan "Prabowo Baik" juga terlihat dibawa peserta aksi.

Sebuah panggung besar didirikan di antara Gedung DPRD dan Balai Kota Malang.

Di sekitar lokasi juga terpasang berbagai spanduk yang menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.

Koordinator Apel Akbar, Gandung Panjalu, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahan para pelaku usaha dan masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari program MBG.

"Kegiatan ini berawal dari keresahan pelaku-pelaku petani, UMKM, kemudian para peternak, pedagang sayur, yang terimbas eskalasi politik akhir-akhir ini, menguat di publik tentang program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo," tutur Gandung saat ditemui di lokasi.

Menurut Gandung, kegiatan tersebut sengaja dikemas dalam bentuk yang positif agar masyarakat dapat melihat dampak nyata program MBG terhadap perekonomian daerah.

"Kegiatan yang menggaungkan energi positif ini agar program MBG ini bisa berjalan dengan dukungan masyarakat, dan target capaian penerima manfaat bisa meningkat sampai 82 juta seperti instruksi dari Pak Presiden Prabowo," ujarnya.

Sementara itu, salah satu penggagas kegiatan, Raden Djoni Sudjatmoko, menilai MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari sektor bawah.

"Kalau sebuah negara ingin berkembang dan membangun, tentu membutuhkan energi positif. Kami melihat MBG ini bukan hanya program pemberian makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah," kata Djoni.

Menurutnya, manfaat ekonomi dari program tersebut dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, pedagang sayur, hingga pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok bahan pangan.

"Permintaan bahan pangan menjadi lebih stabil karena kebutuhan gizi harus dipenuhi setiap hari. Petani, peternak ayam petelur, pedagang sayur, semuanya mendapatkan kepastian pasar. Ini yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Djoni juga menanggapi berbagai persoalan teknis yang sempat muncul dalam pelaksanaan program MBG, termasuk kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah.

Menurutnya, masalah tersebut harus dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.

"Kalau ada kekurangan tentu harus diperbaiki. Tetapi yang sudah berjalan baik jangan sampai dihentikan. Di lapangan, perbaikan terus dilakukan dan tingkat kesalahan sudah semakin minim," kata Djoni.

Para peserta aksi berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program MBG tanpa menghentikan pelaksanaannya.

Mereka menilai program tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang luas sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gibran Tampung Keluhan Petani dan Nelayan di Gorontalo: Segera Tindak Lanjuti Sebelum Presiden Datang
MK Tolak Gugatan Kewajiban Nafkah Suami, Ini Alasan Suami Bisa Merasa Seperti Mesin ATM dalam Rumah Tangga
Di Hadapan Ribuan Petani dan Nelayan, Gibran: Indonesia Tak Boleh Bergantung pada Negara Lain
Ini 20 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS World University Rankings 2027, USU di Peringkat Berapa?
Sonny Sonjaya Sebut 41 Nama Terlibat Kasus Korupsi MBG, Sahroni: Bisa Jadi Fitnah
Bukan Jepang atau Amerika, Indonesia Jadi Negara Paling Optimistis Hadapi Tahun 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru