BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

353 Pelajar di Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Salahkan Siapa Pun

Administrator - Sabtu, 15 Agustus 2026 10:15 WIB
353 Pelajar di Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Salahkan Siapa Pun
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo.

Hingga Jumat, 14 Agustus 2026 malam, sebanyak 353 pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Para pelajar tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga:

Bobby Nasution kemudian mendatangi Rumah Sakit Umum Haji Medan pada Jumat malam untuk melihat langsung kondisi korban yang masih menjalani perawatan.

Salah satu korban merupakan siswi kelas 12 SMK 1 Karo.

Kondisinya sempat mengalami penurunan kesadaran sehingga harus dirujuk dari RS Efarina Berastagi ke RS Haji Medan.

Bobby mengatakan kondisi fisik siswi tersebut mulai membaik.

Namun, berdasarkan kondisi yang dilihatnya, korban sempat mengalami keadaan lebih parah dibandingkan pelajar lainnya.

"Secara medis tanya dokter tapi untuk visual sampaikan tadi memang adek kita lebih parah daripada yang lain," ujar Bobby, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Bobby, sebagian pelajar yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang.

Sementara siswi yang dirawat di RS Haji masih membutuhkan pemantauan setelah sempat mengalami penurunan kesadaran.

"Yang lain ada yang bisa pulang, adek ini awalnya di RS Efarina Berastagi, tapi dirujuk ke sini (RS Haji). Karena sempat alami penurunan kesadaran," jelasnya.

Bobby meminta pihak rumah sakit memberikan perawatan intensif dan memantau kondisi korban secara berkala.

"Jadi, kita minta tadi dirawat intensif, setiap menit dan reaksinya masih harus diperhatikan," imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby juga bertemu dengan orang tua siswi yang mendampingi anaknya.

Ia mengatakan keluarga korban baru tiba di rumah sakit dan belum sempat membawa perlengkapan pakaian.

Bobby memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menanggung biaya perawatan siswi tersebut hingga kondisinya pulih.

"Orangtuanya juga baru sampe belum ada persiapan bawa baju segala macam, tapi kami sampaikan permohonan maaf dan minta jangan salahkan siapa pun, kami dari pemerintah provinsi tetap sampaikan permintaan maaf dan pastikan rawat siswa sampai pulih total," tandas Bobby.

Sebelumnya, Bupati Karo Antonius Ginting menjadi sorotan setelah memberikan keterangan mengenai kondisi pelajar yang diduga mengalami keracunan MBG.

Antonius mengatakan tidak ada kondisi yang dinilai mengkhawatirkan dari para siswa yang mengalami gejala.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi pelajar.

"Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan," ujar Antonius di depan RS Amanda Berastagi, Kamis.

Namun, video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah korban mengalami kondisi serius, termasuk kehilangan kesadaran dan kejang-kejang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Immanuel Sinuhaji, Sp.PA, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG.

Sampel makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat pada hari kejadian telah diambil untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

"Sampel sudah diambil, sekarang tinggal penanganan. Nanti selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium," kata Immanuel.

Berdasarkan keterangan Kepala Dapur SPPG Kodim sebagai pemasok makanan, menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri atas sayur dan ikan tongkol.

Immanuel mengatakan bahan makanan yang dijadikan sampel merupakan menu yang disiapkan SPPG untuk pengantaran kepada penerima MBG.

"Biasanya ada bahan makanannya yang disiapkan memang setiap harinya, itulah yang sudah kita ambil. Sementara dugaan kita, penyebabnya karena ikan itu," pungkasnya.

Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber masalah dalam penyediaan makanan MBG.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Membedah Kawan dan Lawan Prabowo dalam Pidato di Sidang MPR 2026
BUMN Bermasalah 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi
Prabowo Minta Pemda Pangkas Anggaran Seremoni: Lebih Baik untuk Sekolah, Rumah Sakit dan Gaji Guru
Semarak Kemerdekaan di Medan, Wali Kota Rico Waas Turun ke Jalan Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengendara
Saksikan Pidato RAPBN 2027, Wali Kota Medan Rico Waas Simak Delapan Prioritas Nasional
Dengarkan Pidato Presiden Prabowo, Bupati Labusel Komitmen Selaraskan Pembangunan Daerah dengan Kebijakan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru