BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

Selamat Tinggal Macet Horor! Bobby Kebut Jalur Alternatif Khusus Wisatawan Medan-Berastagi

Abyadi Siregar - Kamis, 03 September 2026 08:23 WIB
Selamat Tinggal Macet Horor! Bobby Kebut Jalur Alternatif Khusus Wisatawan Medan-Berastagi
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi pengurus ICK di Mikie Holiday Resort and Hotel, Jalan Jamin Ginting Sempajaya, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026). (Foto: DISKOMINFO SUMUT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan jalur alternatif Medan-Berstagi yang akan difokuskan untuk kendaraan wisata. Langkah ini ditujukan untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas di jalur utama Jalan Jamin Ginting.

Pembangunan dan penataan jalur alternatif tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 dan rampung secara bertahap pada 2028-2029.

Rencana itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menerima audiensi pengurus Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort and Hotel, Jalan Jamin Ginting Sempajaya, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:

Bobby mengatakan pembangunan tol Medan-Berstagi tetap didorong agar masuk dalam blueprint perencanaan nasional di Bappenas. Namun, karena pembangunan jalan tol membutuhkan waktu panjang, Pemprov Sumut menyiapkan langkah alternatif dengan mengintervensi sejumlah ruas jalan yang saat ini berstatus jalan nasional, provinsi dan kabupaten.

Ruas-ruas tersebut berada di wilayah Deli Serdang dan Karo dan nantinya diarahkan sebagai jalur alternatif bagi kendaraan wisata.

"Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028-2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah. Sementara jalur logistik tetap kami arahkan melewati rute utama Jalan Jamin Ginting yang ada saat ini," ujar Bobby.

Selain penataan jalan, Pemprov Sumut juga berencana melakukan intervensi di sejumlah kawasan wisata. Fokus penataan diarahkan antara lain ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi.

Bobby mengatakan pemerintah tidak berencana membangun fasilitas komersial berskala besar seperti mal atau hotel di kawasan tersebut. Penataan akan lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian dan ruang publik.

"Kami ingin intervensi kawasan ini memberikan dampak ekonomi (positive spillover) bagi masyarakat lokal, mirip seperti yang kami lakukan saat meremajakan kawasan Kota Lama Medan," tambahnya.

Rencana tersebut telah diselaraskan dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut, khususnya dalam pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBK-CK) Sumut Chandra Dalimunthe memaparkan sejumlah ruas yang akan diintervensi untuk mendukung jalur alternatif Medan-Berstagi.

Salah satunya pelebaran jalur Medan-Namorambe-Sembahe. Dari kawasan Hairos atau Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting, kendaraan wisata nantinya diarahkan menuju rute alternatif kabupaten.

Jalur tersebut akan diperlebar dari kondisi eksisting sekitar 4 meter menjadi 6-8 meter. Ruas sepanjang 18 kilometer itu direncanakan beralih status menjadi Jalan Provinsi.

Pelebaran diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperlancar perjalanan kendaraan wisata menuju Berastagi.

Pemprov Sumut juga merencanakan pembangunan overpass dan sudetan di wilayah Sembahe. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan baru sepanjang 330 meter dan overpass sepanjang 82 meter yang melintasi jalan nasional menuju kawasan Tandu Benua.

Rencana itu ditujukan untuk memotong tanjakan dan mengurangi hambatan perjalanan kendaraan yang menuju kawasan Berastagi.

Selain itu, Pemprov Sumut menyiapkan pembangunan rest area berskala besar di kawasan Suka Nalu pada rute sepanjang 14 kilometer menuju SMK Negeri Murni. Rest area tersebut dirancang dengan konsep terbuka dan diharapkan menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan.

Penataan juga akan dilanjutkan melalui pembangunan trase baru sepanjang 3,8 kilometer dari Sibiru-biru menuju kawasan Pertamina atau Simpang Ketaren.

Dengan berbagai intervensi tersebut, total panjang jalan penunjang yang disiapkan dari Medan hingga kawasan terkait diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer.

Perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, Prof Sukarya Sinulingga, menyambut positif rencana pembangunan dan pemetaan jalur alternatif tersebut.

Menurut Sukarya, skema tersebut berpotensi mengurai sedikitnya tiga hingga empat titik kemacetan parah yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dari Karo menuju Medan.

"Kami mengucapkan terima kasih, atas nama masyarakat Karo kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung pembangunan ini," ujar Sukarya.

Selanjutnya, Dinas BMBK-CK Sumut akan menyusun perancangan teknis dan kebutuhan anggaran secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari tokoh masyarakat dan akademisi Karo.

Pengerjaan fisik jalur alternatif tersebut direncanakan dimulai secara bertahap pada tahun anggaran mendatang.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sempat Mogok di Tengah Macet, Fortuner di Banda Aceh Tiba-tiba Terbakar
Antisipasi Macet Medan-Berastagi, Pemkab Deli Serdang Siapkan 4 Jalur Alternatif
Macet Parah 12 Jam di Jalur Medan-Berastagi, Pengendara Terpaksa Menginap di Mobil
Sejumlah Ruas Jalan di Medan Ditutup Sore Ini! Ini Daftar Lengkapnya
Minibus Mogok Picu Kemacetan di Tugu Siborang, Satlantas Padangsidimpuan Sigap Tangani
One Day No Car Bakal Diterapkan di Sumut, Bobby: Masih Dikaji Dulu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru