Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO — Febiona br Purba, salah satu siswi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Siswi SMK Bersama Berastagi itu dibawa ke Jakarta pada Sabtu (12/9/2026), sehari setelah dijenguk langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (11/9/2026).
Febi menjadi salah satu korban yang mendapat perhatian Gibran karena kondisinya masih memprihatinkan meski telah menjalani perawatan hampir satu bulan.
Baca Juga:
Setelah melihat kondisi Febi, Gibran menginstruksikan agar siswi tersebut dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Setelah menjalani perawatan di RSCM, kondisi Febi disebut mulai menunjukkan perubahan.
Ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan putrinya tampak lebih segar dibandingkan saat masih menjalani perawatan di Sumatera Utara.
"Kalau kondisinya dibilang masih hampir sama. Tapi pas saya telfon bapaknya, katanya dia (Febi) sudah lebih cerah. Ibaratnya dia sudah tambah segar gitu. Waktu dari sini kan dia lemas sekali," ujar Elvinus, Senin (14/9/2026).
Elvinus mengatakan setelah berangkat dari Medan melalui Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Febi bersama keluarga langsung menuju Jakarta.
Setibanya di RSCM, Febi langsung mendapat penanganan dari tim dokter.
Pada Senin pagi, Febi kembali menjalani pemeriksaan oleh tim medis.
Salah satunya pemeriksaan Electroencephalography (EEG) untuk melihat aktivitas listrik otak.
Selain pemeriksaan tersebut, Febi juga dijadwalkan menjalani terapi untuk membantu pemulihan fungsi saraf dan kemampuan berbicara.
"Tadi pagi jam 07.00 sudah di cek EEG. Terus siang ini mau diterapi dia, terapi caranya ngomong."
Meski kondisinya mulai terlihat lebih segar, Febi masih beberapa kali mengeluhkan sakit kepala.
Namun, menurut Elvinus, putrinya kini tidak lagi mengalami kejang seperti ketika menjalani perawatan di Sumatera Utara.
"Semalam katanya dia lagi pusing pas aku telepon. Kalau kejangnya enggak ada lagi. Memang pas dirawat di Berastagi mau kejang lagi, tapi langsung disuntik obat," ungkapnya.
Selama menjalani perawatan di Jakarta, Febi didampingi ayah dan sejumlah kerabat.
Elvinus mengatakan keluarga juga mendapatkan dukungan dari pihak Gibran, termasuk terkait tempat tinggal selama mendampingi Febi.
"Iya, ada katanya apanya mess-nya, di luar rumah sakit," katanya.
Menurut Elvinus, ayah Febi dan kerabat secara bergantian mendampingi siswi tersebut selama menjalani perawatan di RSCM.
Ayah Febi biasanya mulai mendampingi sejak pukul 05.00 WIB sebelum kemudian bergantian dengan anggota keluarga lainnya.
Elvinus berharap penanganan medis di RSCM dapat membuat kondisi putrinya pulih sepenuhnya.
Ia juga berharap penyakit yang dialami Febi tidak kembali setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan perawatan selesai.
"Ya, harapannya ya sepulang dari sana jangan lagi lah terulang lagi penyakitnya," ucapnya.
Di tengah proses pemulihan, Febi disebut sudah beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk kembali bersekolah.
Namun, keluarga masih meminta Febi beristirahat karena kondisinya belum memungkinkan untuk mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
"Karena dia pun sebenarnya sudah ibaratnya mau masuk sekolah terus dia, dimintanya. "Aku mau masuk aku ke sekolah," katanya. Jadi kami bilang, "Kam belum sehat kali loh nakku. Kami pun enggak mungkin kami tahan-tahan kami di rumah," kami bilang," ungkapnya.
Febi merupakan siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi jurusan Multimedia.
Ia dikenal sebagai salah satu siswa berprestasi di sekolahnya dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.
Keluarga kini masih menunggu perkembangan kondisi Febi selama menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSCM Jakarta.* (tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.