JAKARTA – Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan, Ida Yulidina Purbaya, mendorong pengembangan komoditas perkebunan strategis Indonesia, seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, melalui inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menopang perekonomian nasional.
"Pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ida saat mengunjungi booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam ajang Festival Dhawafest Pesona 2026: Persembahan Elok Nusantara di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ida mendorong BPDP untuk terus mengembangkan inovasi serta memperkuat program hilirisasi melalui UMKM mitra binaan.
Dukungan ini bertujuan agar produk komoditas perkebunan Indonesia memiliki nilai tambah lebih tinggi dan dikenal luas, sekaligus memberi manfaat ekonomi yang lebih besar.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti sekitar 5.000 pengunjung.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang potensi komoditas perkebunan dan produk turunan yang dihasilkan UMKM mitra BPDP.
Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, menekankan pentingnya pengembangan industri perkebunan berkelanjutan.
Sementara Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKMBPDP, Helmi Muhansyah, menyebut festival ini menjadi ajang promosi produk turunan perkebunan, termasuk kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
BPDP juga menyerahkan katalog UMKM binaan kepada Dirjen Perbendaharaan, memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil pembinaan.
Dua UMKM mitra binaan turut hadir sebagai contoh pengembangan produk turunan dari komoditas perkebunan.
"Ini kesempatan bagi kami untuk mengenalkan sekaligus mempromosikan produk-produk yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, kelapa, dan kakao," kata Helmi.