BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Bupati Batu Bara Ikuti Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektare, Dorong Kesejahteraan Petani

Muhammad Taufik - Jumat, 21 Agustus 2026 14:57 WIB
Bupati Batu Bara Ikuti Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektare, Dorong Kesejahteraan Petani
Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektare secara nasional di lahan oplah dan cetak sawah rakyat di Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Jumat, 21 Agustus 2026. (foto: Pemkab Batu Bara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARAPemerintah Kabupaten Batu Bara memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektare secara nasional.

Kegiatan tersebut digelar di lahan optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah rakyat di Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian turut mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

Baca Juga:

Gerakan tanam serempak tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Direktur Polbangtan Nurliana Harahap mengatakan gerakan tanam serempak merupakan salah satu program unggulan untuk meningkatkan produksi pertanian.

"Agenda ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya pada lahan oplah, sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman," ujarnya.

Bupati Baharuddin mengapresiasi jajaran Polbangtan dan seluruh pihak yang ikut mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Batu Bara.

Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian terhadap petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong agar hasil pertanian memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang disebutnya adalah kebijakan pemerintah pusat mengenai harga gabah kering panen yang ditetapkan paling rendah Rp6.500 per kilogram.

Selain persoalan harga, pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan akses permodalan bagi petani melalui PT Tani Nusantara tanpa bunga.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, termasuk petani yang belum memiliki lahan, untuk menyewa lahan pertanian.

Petani juga direncanakan memperoleh dukungan berupa bibit, pupuk, dan kebutuhan pertanian lainnya.

"Saya ingin niat saya itu bagaimana petani dan masyarakat Batu Bara kehidupannya lebih baik, terjamin, dan lebih sejahtera," ujar Bupati.

Baharuddin juga menekankan pentingnya hubungan antara petani dan penyuluh pertanian.

Menurut dia, penyuluh memiliki peran penting dalam membantu petani menentukan pola tanam, waktu tanam, hingga pengaturan masa panen.

Ia meminta petani mengikuti arahan penyuluh agar kegiatan budi daya berjalan lebih terarah dan produksi pertanian meningkat.

"Dalam hal ini saya ingin bukan petani yang mengatur kelompok penyuluh, tetapi penyuluh yang mengatur petani. Ikuti arahan penyuluh, jangan mengikuti keinginan sendiri, supaya hasilnya bisa meningkat," tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Polbangtan Nurliana Harahap, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala BBRMP Sumatera Utara Mulyono, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Sumatera Utara Kus Haryanto, Kepala Balai Veteriner Medan Arif Hukmi, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil Muhammad Syawal, serta Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Ahmad Tohir Harahap.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga mendampingi Bupati, di antaranya jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas KopUKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Camat Datuk Tanah Datar, serta kepala desa setempat.

Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, penyuluh, dan petani dapat semakin kuat.

Kolaborasi itu ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bara Api Bersembunyi di Bawah Gambut, Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel dan Bangun Sumur Bor Lawan Karhutla Kalimantan
"Masa Saya yang Kayak Ini Masih Pakai Subsidi?" Bahlil Blak-blakan soal Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10
Saat Gudang Utama Diserbu Warga Panik, Stok Cadangan 800 Ton Bulog Justru Selamatkan Sibolga yang Terisolasi
DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Prioritas Nasional, 1.487 Titik Api Terdeteksi
"Kita Keroyok Semua," Lima Hari Mendagri Susuri NTT sambil Pastikan KTP hingga Santunan Warga Terpenuhi
Bunda PAUD Medan dan Kemendikdasmen Rancang Regulasi Baru Percepat Wajib Belajar 13 Tahun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru