BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
JAKARTA – Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, kembali melontarkan tudingan kontroversial terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam perbincangannya dengan Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani, yang diunggah melalui kanal YouTube berjudul "Beathor Suryadi Buka Data dan Bukti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi", Beathor menduga Presiden Jokowi menyimpan kekayaan hingga triliunan rupiah di tempat tersembunyi.
Pernyataan ini disampaikan Beathor saat mengkritisi utang negara yang menurutnya meningkat tajam selama dua periode pemerintahan Presiden Jokowi.
Ia mempertanyakan transparansi penggunaan dana utang negara yang tidak terlihat secara nyata di lapangan.
"Utang kita yang dibikin Jokowi banyak. Ada ke mana? (Hasil utang negara) Kan kita enggak bisa melihatnya," ujar Beathor.
Lebih lanjut, Beathor menyinggung sejumlah kasus pejabat yang pernah menyembunyikan uang hasil tindak pidana korupsi di tempat-tempat tidak lazim, seperti dalam kontainer atau disembunyikan di balik dinding rumah.
Ia menyebut kasus uang tunai Rp920 miliar yang disita dari pegawai Mahkamah Agung sebagai contoh.
"Seperti orang di Mahkamah Agung punya uang Rp920 miliar ditaruh di kontainer halaman rumahnya. Kita lihat Akil Mochtar naruh uang hasil korupsi di dinding-dinding," katanya.
Atas dasar itu, Beathor menduga Presiden Jokowi juga melakukan hal serupa namun dengan cara yang lebih canggih.
"Jokowi lebih cerdas, dia taruh di dalam ruangan tanahnya, ini (di bawah) tempat tidurnya," ucap Beathor.
Meski belum menyajikan bukti konkret atas tuduhan serius tersebut, Beathor menyatakan kesiapannya untuk membuktikan klaimnya jika diperlukan.
Ia menegaskan bahwa tuduhannya bukan asal bicara dan siap membuka fakta bila diminta.
"Kalau kita bilang, 'Pak Beathor jangan asal-asal ngomong dong. Buktikan dong.' Eh, saya bongkar. Saya bongkar. Kenapa? Karena mau taruh di mana lagi? Kalau kontainer, berapa banyak kontainer itu, triliunan, kan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Presiden Jokowi terkait tuduhan tersebut.
Isu ini juga menambah panjang daftar kritik dan dugaan yang dialamatkan kepada Presiden menjelang berakhirnya masa jabatannya.
Pernyataan Beathor diprediksi akan menuai reaksi beragam dari publik dan elite politik, mengingat sensitivitas topik yang berkaitan dengan dugaan kekayaan pejabat negara.*
(gl/a008)
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN