"Beliau masuk ke PDIP karena panggilan nasionalisme dan untuk memperjuangkan politik kerakyatan, bukan untuk mencari peluang usaha," kata Budiman.
Sementara itu, Meryl Saragih ketika dikonfirmasi menyatakan dirinya sudah tidak lagi menjadi pengurus Yayasan MRS—salah satu pengelola SPPG—sejak Desember 2025.
"Per Desember 2025 saya sudah tidak menjadi pengurus yayasan dan tidak setuju mengelola SPPG. Karena itu saya memilih keluar, apalagi setelah ada penegasan dari DPPPDI Perjuangan yang melarang kader terlibat dalam program MBG," kata Meryl.*