BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
JAKARTA – Sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya yang berbasis generatif, diprediksi akan menjadi aktivitas paling boros listrik di dunia, melampaui konsumsi energi dari penambangan mata uang kripto seperti Bitcoin.
Fakta ini terungkap dalam riset terbaru berjudul "Artificial intelligence: Supply chain constraints and energy implications" oleh Alex de Vries-Gao, kandidat PhD dari Institut Studi Lingkungan Vrije Universiteit Amsterdam.
Dalam riset yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Joule, De Vries-Gao menjabarkan bahwa ekspansi masif AI generatif telah memicu lonjakan kebutuhan akan pusat data berkapasitas tinggi, yang ditopang oleh jutaan unit kartu grafis (GPU) berdaya tinggi seperti Nvidia H100, Nvidia A100, hingga AMD MI300X.
"Nvidia H100, yang menjadi tulang punggung data center modern, memiliki konsumsi daya hingga 700 watt per unit. Diperkirakan 1,5 hingga 2 juta unit GPU ini akan dijual sepanjang 2024," tulis de Vries-Gao dalam laporannya.
Jika seluruh GPU tersebut dioperasikan secara simultan, maka total konsumsi listrik yang dihasilkan oleh sistem AI pada akhir 2025 dapat mencapai 50.000 megawatt (50 GW), jauh melampaui konsumsi listrik global untuk penambangan Bitcoin yang ditaksir hanya sekitar 20 GW pada Maret 2025.
Tak hanya mengalahkan Bitcoin, angka ini juga melampaui total konsumsi listrik nasional sejumlah negara Eropa seperti Irlandia, Swiss, Austria, bahkan Inggris dan Prancis.
Bahkan menurut Badan Energi Internasional (IEA), tren pertumbuhan ini dapat menggandakan total konsumsi listrik seluruh pusat data dalam dua tahun ke depan.
Saat ini, AI menyumbang sekitar 20 persen konsumsi energi pusat data, dan diperkirakan meningkat menjadi 50 persen pada tahun 2026.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran soal keberlanjutan energi global, terlebih jika ekspansi AI tidak diiringi dengan inovasi dalam efisiensi energi maupun penggunaan sumber energi terbarukan.
Meski AI digadang sebagai solusi hijau dan efisien dalam berbagai sektor industri, paradoksnya justru terletak pada jejak energi yang sangat besar, yang dalam jangka panjang bisa menambah beban lingkungan jika tak dikendalikan secara sistemik.*
(km/a008)
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN