BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

BRIN Siapkan Smart Bioplastic hingga AI untuk Amankan Program MBG

Johan - Senin, 10 Agustus 2026 19:45 WIB
BRIN Siapkan Smart Bioplastic hingga AI untuk Amankan Program MBG
BRIN menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Humas Kemensetneg)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sejumlah inovasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Teknologi tersebut mencakup produksi bahan baku, pengolahan pangan, pengemasan, keamanan makanan hingga pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kepala BRIN Arif Satria memaparkan sejumlah inovasi tersebut dalam konferensi pers Indonesia Innovator Award, Senin (10/8/2026). Menurutnya, BRIN akan terus mengembangkan inovasi di seluruh rantai pelaksanaan program MBG.

Untuk kategori produksi bahan baku, BRIN mengembangkan mie prebiotik tinggi protein. Produk tersebut diklaim memiliki kandungan protein lebih dari 35% kebutuhan protein orang dewasa.

Baca Juga:

Selain inovasi makanan, BRIN menyiapkan teknologi food saver yang digunakan untuk membantu menjaga kesegaran bahan makanan yang akan digunakan dalam program MBG.

Pada kategori pengolahan pangan, BRIN mengembangkan mesin pemasak sistem terbuka. Mesin tersebut dirancang untuk mematangkan bahan makanan, menghilangkan bau langu hingga mensterilkan cairan.

Ada pula mesin retort skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dilengkapi sistem pengawasan pangan berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini ditujukan untuk mendukung produksi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) berkualitas.

Untuk pengemasan, BRIN memperkenalkan inovasi kemasan aktif yang dirancang untuk menjaga mutu, keamanan dan umur simpan pangan. Ada pula smart bioplastic berbasis biomassa yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi kedaluwarsa makanan.

Sementara untuk pengawasan kualitas dan keamanan pangan, BRIN menyiapkan teknologi fresh scan dan test-kit MBG.

Fresh scan dapat mendeteksi kesegaran makanan berdasarkan gas hidrogen sulfida (H2S) dan amonia (NH3) yang terintegrasi dengan IoT. Sedangkan test-kit MBG merupakan perangkat untuk mendeteksi pembusukan makanan berdasarkan lima jenis gas melalui sistem multisensor.

BRIN juga menyiapkan test-kit untuk mendeteksi kehalalan makanan dalam program MBG.

Teknologi berikutnya berupa sistem monitoring dan evaluasi berbasis AI. Sistem tersebut dirancang untuk melakukan pengawasan secara otomatis terhadap keamanan pangan, kualitas gizi, higienitas dapur hingga rantai pasok secara real-time.

Sistem tersebut diharapkan dapat membantu mencegah berbagai risiko dalam pelaksanaan MBG, termasuk potensi keracunan makanan.

Dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31, BRIN mengusung tema 'Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur'. Tema tersebut menekankan pentingnya teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Arif juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir peneliti. Menurutnya, riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi maupun prototipe, tetapi harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Kita harus mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi harus menjadi produk yang bermanfaat. Kebijakan yang tepat sasaran, serta solusi nyata bagi permasalahan bangsa," kata Arif.

Arif menilai pengembangan teknologi harus diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan menjawab berbagai persoalan bangsa.

Hal tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguasaan teknologi bagi suatu negara. Menurut Prabowo, kemampuan sebuah negara dalam menguasai teknologi akan menentukan posisi dan martabatnya di dunia internasional.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Buka Suara
CCTV Buka Petunjuk, Polisi Tangkap Bidan ASN dan Anaknya dalam Kasus Mayat Bayi Binjai
Proyek Smartboard Langkat Rp49,9 Miliar, Terdakwa Ungkap Permintaan Komisi 44 Persen
Rupiah Menguat ke Rp17.755, Sentimen BI hingga Data Inflasi AS Jadi Sorotan
Perpres Ojol Dikebut, Pemerintah Targetkan Rampung Sebelum 17 Agustus
Ojol Diwacanakan Jadi UMKM, Pemerintah Ungkap Segudang Keuntungannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru