BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Stigma Kanibalisme di Sumatra Utara Diduga Dibentuk Demi Kepentingan Dagang, Ini Penjelasannya

- Kamis, 23 April 2026 09:09 WIB
Stigma Kanibalisme di Sumatra Utara Diduga Dibentuk Demi Kepentingan Dagang, Ini Penjelasannya
Peta Sumatera bad ke-16. (foto: sultansinindonesieblog.wordpress.com)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Sejarah Sumatra Utara menyimpan narasi yang selama ini jarang dibaca secara kritis, salah satunya tuduhan praktik kanibalisme yang dilekatkan pada masyarakat pedalaman.

Sejumlah kajian terbaru menyebut, stigma tersebut tidak semata fakta sejarah, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang berkaitan dengan kepentingan perdagangan dan kolonial.

Dalam buku "Rumor Kanibal, Menolak Batak dan Jejak Perdagangan: Etnohistori Sumatra Bagian Utara" karya Erond L. Damanik, disebutkan bahwa label "kanibal" terhadap masyarakat pedalaman dibentuk oleh aktor-aktor tertentu untuk kepentingan ekonomi dan politik pada masa lalu.

Baca Juga:

"Penyebutan masyarakat pedalaman sebagai liar, tidak beradab, dan kanibal sesungguhnya merupakan ciptaan yang dibentuk oleh pihak tertentu untuk tujuan tertentu," tulis Damanik dalam kajiannya.

Strategi Mengendalikan Jalur Dagang

Sejak abad ke-12, wilayah Sumatra bagian utara dikenal sebagai kawasan kaya komoditas seperti kapur barus, kemenyan, dan emas.

Kondisi ini menjadikannya bagian penting dalam jaringan perdagangan di kawasan Selat Malaka.

Namun, di tengah ramainya aktivitas perdagangan, muncul strategi sosial yang disebut berperan dalam pembentukan rumor tersebut.

Narasi kanibalisme diduga digunakan oleh masyarakat pesisir untuk membatasi akses langsung pedagang asing ke wilayah pedalaman.

Dalam kajian tersebut, stigma itu berfungsi sebagai alat kontrol perdagangan, di mana pedagang asing diarahkan untuk tetap bergantung pada perantara dari wilayah pesisir.

Antara Fakta dan Praktik Sosial

Meski demikian, Damanik mencatat bahwa praktik antropofagi tidak sepenuhnya dapat dihapus dari catatan sejarah. Namun, praktik tersebut tidak bersifat umum atau menjadi kebiasaan sosial.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HIMMAH dan ISARAH Batu Bara Tolak Isu Provokatif, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi
Wacana Pemekaran Sumatera Pantai Timur Tuai Penolakan, Adam Malik: Masyarakat Lagi Sulit, Jangan Diperkeruh!
Menkeu Purbaya Ungkap RI Masuk “Survival Mode Ekonomi”, Fokus Jaga Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global
BI Proyeksikan The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026 Imbas Ketegangan Geopolitik Global
Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Energi dan Sembako, Nilai Bebani Daya Beli Masyarakat Kecil
IHSG Terkoreksi ke Level 7.541, Transaksi Capai Rp17,9 Triliun di Tengah Variasi Pergerakan Saham
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru