Wali Kota Medan Rico Waas hadir dalam Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu, 2 Mei 2026. (foto: Rico Tri Putra Bayu Waas/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Karya-karya dalam buku tersebut diinterpretasikan melalui pertunjukan musikalisasi puisi oleh kelompok 7 Keliling.
Mereka memadukan pembacaan teks, musik, dan eksplorasi panggung untuk menghadirkan pengalaman artistik atas puisi-puisi yang ditampilkan.
Pimpinan Medan Teater, Munawar Lubis, mengatakan festival ini merupakan upaya menghadirkan puisi ke ruang publik dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Festival ini adalah cara kami merayakan puisi, menghadirkan rasa yang sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia menambahkan, musikalisasi puisi bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang dialog antara karya sastra dan realitas sosial.
Menurutnya, karya dalam festival ini merepresentasikan berbagai spektrum emosi manusia, mulai dari keresahan hingga kesedihan yang sunyi.
Wali Kota Medan Rico Waas turut hadir sekaligus membuka acara. Ia menekankan pentingnya kegiatan seni dalam memperkuat ekosistem budaya di Kota Medan.
"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni dan sastra tetap hidup dan relevan, serta menjadi ruang ekspresi generasi muda," kata Rico.
FestivalKopi & Kepo diharapkan menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan karya sastra dengan publik yang lebih luas.
Medan Teater juga menegaskan bahwa puisi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat dinikmati semua kalangan.*