Bukan Cuma Jawa, DPD Sebut Julukan Bapak Infrastruktur untuk Jokowi Punya Bukti Nyata di Seluruh Daerah
JAKARTA Anggota DPD RI/MPR RI Bustami Zainudin menilai penyematan julukan Bapak Infrastruktur kepada Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jok
NASIONAL
JAKARTA - Isu perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto kembali menguat menjelang akhir April 2026.
Sejumlah nama beredar akan mengisi posisi strategis di lingkar Istana, salah satunya mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Dudung Abdurachman.
Dudung disebut-sebut akan ditunjuk sebagai Kepala Staf Presiden (KSP), menggantikan Muhammad Qodari.Baca Juga:
Informasi yang beredar menyebut pelantikan pejabat baru akan dilakukan pada Senin sore di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana terkait kebenaran kabar tersebut.
Di tengah spekulasi yang berkembang, Dudung sebelumnya sempat dipanggil Presiden Prabowo ke Istana pada pekan lalu.
Ia mengaku diminta menghadap tanpa mengetahui secara rinci agenda pertemuan tersebut.
"Biasanya beliau meminta masukan sebagai penasihat," ujar Dudung, merujuk pada posisinya saat ini sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Selain Dudung, sejumlah nama lain juga masuk dalam bursa reshuffle.
Muhammad Qodari disebut akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden. Sementara itu, beberapa posisi kepala lembaga juga dikabarkan mengalami pergantian.
Jejak Karier Militer
Dudung Abdurachman merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak panjang di dunia militer.
Ia lahir di Bandung pada 19 November 1965 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988.
Kariernya menanjak setelah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari komandan batalyon hingga jabatan tinggi di Mabes TNI.
Ia pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Gubernur Akademi Militer.
Puncak karier militernya dicapai saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada periode 2021 hingga 2023.
Setelah memasuki masa purnatugas, Dudung dipercaya masuk ke lingkar pemerintahan sebagai penasihat Presiden di bidang pertahanan.
Ia juga menjabat sebagai Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Dari Militer ke Lingkar Istana
Jika kabar penunjukan sebagai Kepala Staf Presiden terbukti, maka Dudung akan menjadi salah satu figur militer yang kembali menempati posisi strategis di pemerintahan sipil.
Posisi Kepala Staf Presiden selama ini memiliki peran penting dalam mengawal program prioritas pemerintah serta memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan efektif.
Dengan latar belakang militer dan pengalaman birokrasi, Dudung dinilai memiliki modal kuat.
Namun, tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan efektivitas kebijakan publik.
Sampai saat ini, publik masih menunggu kepastian resmi dari Istana terkait arah reshuffle kabinet yang kian mengemuka.*
(tm/ad)
JAKARTA Anggota DPD RI/MPR RI Bustami Zainudin menilai penyematan julukan Bapak Infrastruktur kepada Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jok
NASIONAL
BANDA ACEH Tokoh perdamaian Aceh sekaligus mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan 21
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menegur Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pemata
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan perkembangan terbaru terkait gempa bumi yang mengguncang Nusa T
NASIONAL
SOLOK Percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok dan Kota Solok, Sumatera Barat, terus dikebut. Sejumlah sektor menjadi priori
NASIONAL
AGAM Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap pelaksa
NASIONAL
NAGAN RAYA Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mempercepat pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk memulihkan lahan
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kenduri Diraja Negeri Deli yang akan digel
PEMERINTAHAN
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang w
NASIONAL