Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Dia bilang, 'tunggu Mama, nanti saya pulang, kita berkumpul.' Saya rindu sama Mama. Kasihan Mama sama Bapak sudah tua," kata Elisabet menirukan ucapan Aris, Kamis (17/9/2026).
Elisabet juga mengenang Aris sebagai anak yang peduli terhadap keluarga besarnya.
"Dia baik sama saudaranya. Membantu adik-adiknya, keponakannya sekolah," tutur Elisabet.
Dalam suasana duka, Elisabet meminta pemerintah dan aparat keamanan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian anaknya.
"Saya minta tolong kepada pemerintah, supaya ditangkap itu OPM yang begitu jahat sama anak saya, yang mencari nafkah di negeri Papua. Kenapa dia kejam sampai dia bunuh," tegasnya.
Istri Aris Dievakuasi dari Mbua
Setelah insiden tersebut, aparat TNI-Polri melakukan langkah pengamanan terhadap keluarga korban.
Pada Kamis, 17 September 2026, Koops TNI Habema menerbangkan helikopter Bell dan Fennec untuk mengevakuasi istri Aris, Sinta Bilolo, yang bekerja sebagai guru di Distrik Mbua.
Sinta dievakuasi bersama dua guru lainnya, Haryati dan Murni.
Mereka diterbangkan dari Mbua menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat Caravan menuju Wamena.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan evakuasi melalui udara dilakukan karena jalur darat Mbua-Wamena masih mengalami hambatan setelah insiden tersebut.
"Evakuasi melalui udara dilakukan menyusul terhambatnya transportasi darat pada jalur Mbua-Wamena. Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," jelas Riyanto.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.