Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
TORAJA UTARA — Duka mendalam menyelimuti keluarga Aris Sanda, 41 tahun, atau yang akrab disapa Bapak Tasya.
Pria asal Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, itu tewas dalam penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa, 15 September 2026.
Aris merupakan pengemudi angkutan lajuran yang selama 13 tahun melayani rute Trans Wamena-Nduga.
Baca Juga:
Ia dikenal warga sebagai salah satu pengemudi yang rutin melewati jalur ekstrem menuju wilayah pedalaman, termasuk Distrik Mbua.
Bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman Papua Pegunungan, Aris bukan hanya pengemudi.
Ia turut membantu menghubungkan kebutuhan warga di desa dengan pusat kota.
Membawa Logistik hingga Mengantar Warga Berobat
Selama lebih dari satu dekade, Aris mengangkut berbagai kebutuhan pokok dan logistik dari Wamena menuju pedalaman.
Ia juga membawa hasil pertanian warga dari desa menuju Kota Wamena.
Selain mengangkut barang, Aris kerap membawa anak-anak menuju sekolah serta mengantar warga yang membutuhkan layanan kesehatan ke kota.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna menyayangkan kekerasan yang menimpa Aris ketika sedang menjalankan pekerjaannya.
"Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan," ujar Wirya dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Kronologi Aris Sanda Dihadang Kelompok Bersenjata
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIT.
Saat itu Aris memimpin rombongan kendaraan lajuran yang membawa logistik dan penumpang dari Wamena menuju Mbua.
Ketika rombongan berada di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, mereka dihentikan sekelompok orang bersenjata yang menurut aparat berasal dari kelompok TPNPB-OPM Kodap III Ndugama.
Para penumpang diminta turun dan diperiksa. Setelah itu, mereka diperintahkan kembali menuju Wamena.
Aris kemudian dipisahkan dari rombongan dan ditawan.
Menurut informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut, Aris diduga dipaksa membuat pernyataan dukungan terhadap Papua Merdeka sebelum ditembak.
Setelah itu, tubuhnya dibakar bersama kendaraan yang digunakannya.
Saat tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi, petugas menemukan kendaraan lajuran milik Aris dalam kondisi hangus terbakar.
Jenazah Aris juga ditemukan di dalam kendaraan tersebut.
"Iya, sopir yang ditawan dan ditemukan dalam kondisi terbakar. Iya betul (OPM bakar korban serta kendaraannya)," kata Wirya.
OPM Klaim Bertanggung Jawab
Juru Bicara OPM Sebby Sambom menyatakan kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Menurut Sebby, aksi itu dilakukan oleh kelompok yang berada di bawah pimpinan Egianus Kogoya.
"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogoya bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan agen militer berprofesi sebagai tukang sopir di jalur trans Wamena-Nduga," ujar Sebby Sambom.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari informasi mengenai pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Aris.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok yang disebut terlibat.
23 Tahun Merantau di Tanah Papua
Kepergian Aris meninggalkan duka bagi keluarga di Toraja Utara. Ia diketahui telah merantau ke Tanah Papua selama 23 tahun.
Aris pergi merantau sejak masih sekolah dengan mengikuti kakaknya.
Selama berada di Papua, ia tetap memberikan perhatian kepada keluarganya di kampung halaman.
Ia rutin mengirimkan uang untuk membantu kebutuhan orangtuanya yang telah lanjut usia. Aris juga membantu membiayai pendidikan adik-adik dan keponakannya.
Ibu kandung Aris, Elisabet Salasa, mengenang percakapan terakhir dengan putranya.
Saat itu, Aris disebut berencana pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.
"Dia bilang, 'tunggu Mama, nanti saya pulang, kita berkumpul.' Saya rindu sama Mama. Kasihan Mama sama Bapak sudah tua," kata Elisabet menirukan ucapan Aris, Kamis (17/9/2026).
Elisabet juga mengenang Aris sebagai anak yang peduli terhadap keluarga besarnya.
"Dia baik sama saudaranya. Membantu adik-adiknya, keponakannya sekolah," tutur Elisabet.
Dalam suasana duka, Elisabet meminta pemerintah dan aparat keamanan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian anaknya.
"Saya minta tolong kepada pemerintah, supaya ditangkap itu OPM yang begitu jahat sama anak saya, yang mencari nafkah di negeri Papua. Kenapa dia kejam sampai dia bunuh," tegasnya.
Istri Aris Dievakuasi dari Mbua
Setelah insiden tersebut, aparat TNI-Polri melakukan langkah pengamanan terhadap keluarga korban.
Pada Kamis, 17 September 2026, Koops TNI Habema menerbangkan helikopter Bell dan Fennec untuk mengevakuasi istri Aris, Sinta Bilolo, yang bekerja sebagai guru di Distrik Mbua.
Sinta dievakuasi bersama dua guru lainnya, Haryati dan Murni.
Mereka diterbangkan dari Mbua menuju Kenyam, Kabupaten Nduga, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat Caravan menuju Wamena.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan evakuasi melalui udara dilakukan karena jalur darat Mbua-Wamena masih mengalami hambatan setelah insiden tersebut.
"Evakuasi melalui udara dilakukan menyusul terhambatnya transportasi darat pada jalur Mbua-Wamena. Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," jelas Riyanto.
Jenazah Aris Sanda bersama istrinya direncanakan diterbangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 18 September 2026.
Aris akan dimakamkan di tanah kelahirannya.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan Aris.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.