BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
JAKARTA -Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan aksi kontroversial seorang jukir di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, yang mematok tarif parkir yang sangat tinggi kepada sebuah bus pariwisata. Insiden ini mengundang kecaman publik atas praktik parkir liar yang merugikan pengunjung.
Dalam rekaman yang tersebar, terlihat sebuah bus pariwisata yang telah membayar parkir sebesar Rp 150 ribu di kawasan Monas, tepatnya dekat Stasiun Gambir. Namun begitu tiba di Masjid Istiqlal untuk menurunkan rombongan, bus tersebut kembali dihadapkan pada tuntutan tarif parkir yang naik menjadi Rp 300 ribu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo, menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. “Masih dilidik. (Masyarakat yang menjadi korban) segera lapor petugas atau 110,” ujar Susatyo dalam konfirmasinya.
Praktik jukir liar atau parkir liar yang menjamur di sekitar tempat-tempat wisata dan ibadah telah lama menjadi perhatian serius di Jakarta. Kasus seperti ini tidak hanya merugikan pengunjung dan wisatawan, tetapi juga merusak citra kota sebagai destinasi pariwisata yang ramah dan aman.
Menurut informasi, bus pariwisata tersebut sudah membayar biaya parkir yang signifikan di tempat lain sebelum tiba di Masjid Istiqlal. Namun, tindakan jukir yang mematok tarif parkir lebih tinggi dari yang seharusnya mengindikasikan praktik penipuan dan penyalahgunaan kepercayaan.
Sementara itu, pengelola Jakarta Fair telah menyatakan kesiapannya untuk memberantas praktik parkir liar yang sering kali menimbulkan masalah bagi wisatawan dan pengunjung. Upaya pengawasan dan penindakan terhadap jukir liar diharapkan dapat ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pengguna jasa parkir.
Pemerintah daerah dan kepolisian perlu bekerja sama secara lebih intensif dalam mengawasi dan mengendalikan praktik parkir liar di berbagai titik strategis kota Jakarta. Langkah-langkah preventif seperti pemasangan CCTV, peningkatan patroli keamanan, dan penegakan hukum yang tegas perlu diterapkan untuk mengurangi kejadian serupa di masa mendatang.
Praktik jukir liar bukan hanya masalah hukum tetapi juga menyangkut pelayanan publik dan kualitas layanan pariwisata yang harus dijaga dengan baik. Publik diharapkan untuk lebih waspada dan berani melapor jika menemui praktik parkir liar yang mencurigakan demi mewujudkan lingkungan publik yang lebih aman dan terpercaya.
(N/014)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL