JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Perspektif Islam di Jakarta, Jumat (27/9/2025). Modul ini diharapkan menjadi panduan bagi guru dalam memberikan pengajaran yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman sekaligus menjawab tantangan era digital.
Sekretaris Ditjen Pendidikan IslamKemenag, Arskal Salim, menjelaskan modul tersebut menjadi sarana pengayaan bagi guru yang nantinya disampaikan kepada siswa melalui berbagai pelatihan."Ini panduan bagi guru, nanti guru mendapatkan pengayaan, dan kemudian guru akan menyampaikannya melalui pelatihan kepada siswa-siswi," ujar Arskal.
Bersamaan dengan peluncuran modul, Kemenag juga memulai pelatihan daring Massive Open Online Course (MOOC) Pintar dan Training of Facilitator (TOF) Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja.Menurut Arskal, penyusunan modul ini telah berlangsung sejak April 2024 melalui beberapa tahap, mulai dari penyusunan, pencetakan, hingga penilaian standar kelayakan. Modul ini hadir sebagai jawaban atas dinamika sosial dan tantangan teknologi digital yang kerap memunculkan kesalahpahaman hingga mitos di kalangan remaja.
"Kita harapkan ke depan modul ini dapat mencegah kekerasan seksual, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menurunkan tingkat pernikahan dini," tegasnya.Kemenag mencatat, antusiasme peserta cukup tinggi dengan 40.806 pendaftar dari madrasah dan sekitar 30.000 guru ikut serta dalam pelatihan fasilitator.
Ketua Pengawas Yayasan Gemilang Sehat Indonesia, Nur Jannah, menyambut baik program ini."Setiap anak dan remaja berhak mendapatkan pendidikan reproduksi yang utuh dan benar. Guru juga memiliki pegangan yang jelas," ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memastikan remaja Indonesia mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai nilai agama, berimbang, dan bermanfaat untuk masa depan mereka.*(j006)
Editor
:
Kemenag Luncurkan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Perspektif Islam