Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas di Tapaktuan dalam 24 Jam, Pelaku Oknum Anggota Polri
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Tgk H Rahmadon Tosari Fauzi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui integrasi iman, ilmu, dan aksi lingkungan.
Hal itu disampaikannya dalam khutbah Jumat di Masjid Babul Iman, Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Jumat (27/2/2026), bertepatan dengan 9 Ramadhan 1447 H.
Rahmadon merujuk pada Al-Qur'an Surat Lukman ayat 20 yang berbunyi: "Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu, dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, lahir dan batin?"Baca Juga:
Ia menafsirkan frasa "menundukkan langit dan bumi" secara ilmiah sebagai bentuk fine-tuning kosmologis yang memungkinkan kehidupan di bumi, termasuk atmosfer yang menyerap radiasi ultraviolet, medan magnet yang melindungi bumi dari angin matahari, dan konstanta gravitasi yang menjaga stabilitas orbit.
Menurut Rahmadon, nikmat lahir tidak hanya berupa udara dan air, tetapi juga siklus hidrologi global yang mendistribusikan air secara seimbang.
Sementara nikmat batin tercermin dalam kapasitas akal manusia, yang memungkinkan kesadaran etis dan refleksi rasional.
Ia mengaitkan ayat ini dengan bencana banjir besar yang melanda beberapa wilayah Sumatera pada November 2025, termasuk Aceh Tamiang, Tapanuli Utara, dan Agam.
Curah hujan ekstrem diperparah kerusakan daerah aliran sungai (DAS) akibat deforestasi.
Hilangnya tutupan hutan meningkatkan limpasan permukaan dan erosi tanah, sehingga hujan yang seharusnya menjadi nikmat berubah menjadi bencana hidrometeorologi.
Rahmadon juga menekankan pentingnya sikap ilmiah dan tanggung jawab.
"Sikap blame-shifting, menyalahkan cuaca atau pemerintah semata, tanpa solusi berbasis data seperti restorasi ekosistem DAS, adalah pengabaian terhadap amanah ilmiah," ujarnya.
Dalam momentum Ramadhan 1447 H, Rahmadon mendorong umat Islam untuk menerapkan eco-theology, yakni refleksi batin yang berbuah aksi nyata.
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Pemerintah Aceh meraih tiga penghargaan dalam ajang Forum Pemred Multimedia Award 2026 yang digelar di Hotel Alana, Yogyakart
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan ke
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba, kembali mengajukan gugatan p
NASIONAL
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
NEW YORK Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7/2026) di
OLAHRAGA
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu banjir setelah t
PERISTIWA
JAKARTA Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea
NASIONAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meluncurkan sejumlah program prioritas saat melakukan kunjungan kerja ke Keca
PEMERINTAHAN