Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA — Istilah "Israel" dan "Bani Israil" kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan publik.
Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda secara mendasar, baik dari sisi sejarah, agama, maupun konteks modern.
Kesamaan nama sering memicu kesalahpahaman, terutama ketika isu politik di Timur Tengah dikaitkan langsung dengan narasi keagamaan dalam kitab suci.Baca Juga:
Padahal, para ahli menekankan pentingnya membedakan antara konsep genealogis dalam agama dan entitas politik modern.
Asal-usul Bani Israil
Dalam literatur Islam, Bani Israil merujuk pada keturunan Nabi Ya'qub 'alaihissalam.
Nama "Israel" sendiri merupakan gelar yang disematkan kepada Nabi Ya'qub, yang dalam sejumlah tafsir diartikan sebagai "hamba Allah".
Bani Israil merupakan bagian dari garis keturunan Nabi Ibrahim melalui Nabi Ishaq. Dari keturunan ini lahir sejumlah nabi, di antaranya Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa.
Kisah Bani Israil banyak diabadikan dalam Al-Qur'an, terutama terkait perjalanan mereka dari penindasan Fir'aun hingga berbagai ujian keimanan.
Dalam konteks ini, penyebutan Bani Israil tidak bersifat tunggal—melainkan mencakup kelompok yang taat maupun yang melakukan pelanggaran.
Israel sebagai Negara Modern
Berbeda dengan konsep Bani Israil, Israel adalah sebuah negara modern di kawasan Timur Tengah yang berdiri pada 1948.
Pembentukannya tidak lepas dari gerakan Zionisme pada akhir abad ke-19 yang bertujuan mendirikan tanah air bagi orang Yahudi.
Pasca runtuhnya Kekaisaran Ottoman, wilayah Palestina berada di bawah mandat Inggris.
Ketegangan meningkat seiring masuknya imigran Yahudi ke wilayah tersebut, yang telah dihuni oleh masyarakat Arab Palestina.
Puncaknya terjadi ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa mengusulkan pembagian wilayah pada 1947.
Setahun kemudian, negara Israel diproklamasikan, yang langsung diikuti konflik bersenjata dengan negara-negara Arab di sekitarnya.
Sejak itu, kawasan tersebut terus diliputi konflik berkepanjangan, termasuk perang besar seperti Perang Enam Hari yang mengubah peta kekuasaan wilayah.
Perbedaan yang Perlu Dipahami
Secara sederhana, Bani Israil adalah istilah genealogis yang merujuk pada keturunan Nabi Ya'qub dalam konteks sejarah dan agama.
Sementara Israel adalah entitas negara modern dengan sistem politik, pemerintahan, dan wilayah geografis tertentu.
Dari sisi waktu, Bani Israil telah ada sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bagian dari narasi kitab suci. Sebaliknya, Israel sebagai negara merupakan produk sejarah modern abad ke-20.
Selain itu, Bani Israil dalam Al-Qur'an tidak selalu memiliki konotasi negatif karena mencakup seluruh keturunan Nabi Ya'qub, termasuk para nabi.
Sementara Israel sebagai negara tidak disebut dalam kitab suci, karena muncul jauh setelah masa kenabian.
Memahami perbedaan ini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi dan opini publik.
Penyamaan keduanya berpotensi melahirkan generalisasi yang tidak tepat, terutama dalam melihat konflik kontemporer.
Pemisahan antara aspek agama dan politik dinilai dapat membantu masyarakat memahami isu secara lebih jernih, tanpa mencampuradukkan identitas historis dengan realitas geopolitik saat ini.*
(d/ad)
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik markup dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa salah satu laporan yang menjadi bagian dari proses pengusutan dugaan k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik dari Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) da
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahy
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MB
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) mengamankan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT dan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa seorang oknum anggota polisi berinisial Aiptu ZK yang mengajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kep
HUKUM DAN KRIMINAL