Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan inovasi program, serta tingkat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Karena itu, ia mendorong adanya digitalisasi sistem pengelolaan, peningkatan kapasitas pengelola zakat dan wakaf, serta penguatan transparansi dalam pelaporan.
"Umat akan kuat jika dana umat dikelola dengan baik dan profesional," ujarnya.*