Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada beberapa komoditas pangan di pasar nasional pada Kamis (2/4/2026).
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah cabai rawit merah yang saat ini tercatat seharga Rp 91.700 per kilogram.
Angka ini menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah masih tinggi di tingkat pedagang eceran, menambah daftar komoditas pangan yang terpantau mengalami fluktuasi harga.
Baca Juga:
Harga daging ayam ras juga tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 39.800 per kilogram.
Selain itu, harga bahan pangan lainnya seperti bawang merah dan bawang putih turut menunjukkan lonjakan harga.
Bawang merah kini dipatok Rp 49.900 per kilogram, sedangkan bawang putih tercatat Rp 41.650 per kilogram.
Sementara itu, harga beras menunjukkan perbedaan harga yang cukup signifikan, tergantung pada kualitasnya.
Beras kualitas bawah I dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di angka Rp 14.750 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium, harga terendah tercatat di Rp 15.500 per kilogram untuk kategori medium II, sementara medium I dipatok Rp 15.700 per kilogram.
Di sisi lain, beras kualitas premium juga bervariasi, dengan harga beras super I mencapai Rp 16.850 per kilogram dan beras super II dijual di harga Rp 16.400 per kilogram.
Kelompok komoditas cabai juga mengalami fluktuasi harga yang cukup tajam.
Cabai merah besar dijual seharga Rp 42.300 per kilogram, sementara cabai merah keriting dihargai Rp 42.950 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau tercatat mencapai Rp 52.050 per kilogram.
Di sektor protein, harga daging sapi juga terpantau mengalami perbedaan harga berdasarkan kualitas.
Daging sapi kualitas I dipatok Rp 150.600 per kilogram, sedangkan kualitas II tercatat di harga Rp 143.000 per kilogram.
Komoditas lain yang turut mencuri perhatian adalah harga gula pasir.
Gula pasir kualitas premium kini dijual seharga Rp 20.550 per kilogram, sementara gula pasir lokal dipatok Rp 19.250 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng juga menunjukkan variasi berdasarkan jenis dan kemasan.
Minyak goreng curah dijual Rp 20.800 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp 23.400 per liter, dan kemasan bermerek II dijual dengan harga Rp 22.450 per liter.
Telur ayam ras, yang merupakan salah satu sumber protein utama, juga tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang eceran.
Harga telur ayam ras saat ini berada di level Rp 33.650 per kilogram di pasar nasional.
Peningkatan harga pada sejumlah komoditas pangan ini tentu mempengaruhi daya beli masyarakat.
Kenaikan harga cabai, bawang, dan daging sangat dirasakan oleh konsumen, terutama menjelang bulan puasa.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan langkah strategis untuk mengatasi ketidakseimbangan harga yang terjadi di pasar.
Salah satunya adalah dengan memperkuat distribusi barang dan pengawasan terhadap para pelaku usaha pangan agar harga tidak terus melonjak.
Penting untuk dicatat, meskipun harga sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan, hal ini juga mencerminkan dinamika ekonomi global dan domestik, yang turut berpengaruh terhadap harga pangan di Indonesia.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.