Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus KADIN Medan di JW Marriott Hotel Medan, Rabu, 15 April 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Di Medan, program ini ditargetkan memiliki 255 titik layanan dengan jangkauan hingga 700 ribu penerima manfaat per hari.
Menurut dia, kebutuhan bahan pangan dari program tersebut sangat besar. Salah satunya kebutuhan telur yang diperkirakan mencapai 5,6 juta butir per bulan.
"Ini peluang besar. KADIN harus mendorong lahirnya pengusaha baru di sektor pangan untuk memperkuat rantai pasok," ujar Rico.
Rico juga menyinggung potensi UMKMMedan yang dinilai masih didominasi pasar mikro. Ia mendorong KADIN melakukan riset pasar global serta mengembangkan produk lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Ia mencontohkan produk makanan tradisional seperti rengginang yang memiliki peluang ekspor jika dikemas dan dipasarkan secara tepat.
Selain itu, Rico mengajak pelaku usaha mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, mencontoh keberhasilan Korea Selatan dalam memasarkan budaya populer seperti K-Pop ke pasar global.
Sementara itu, Ketua KADINMedan Arman Chandra menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif.
"KADIN tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi," ujarnya.
Ia menyoroti berbagai tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga gangguan rantai pasok.
Di tingkat lokal, KADIN akan fokus pada digitalisasi UMKM, transisi ekonomi hijau, serta menjaga daya beli masyarakat.
Arman menegaskan KADINMedan akan berupaya menjadi solusi bagi seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, sekaligus memperkuat posisi Medan sebagai pusat ekonomi di wilayah barat Indonesia.*