Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia memiliki ketahanan fiskal yang kuat di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut, pemerintah tidak bergantung pada bantuan lembaga internasional seperti IMF maupun Bank Dunia.
Menurut Purbaya, posisi fiskal Indonesia saat ini didukung oleh bantalan anggaran yang besar, sehingga mampu menghadapi tekanan eksternal secara mandiri.
"IMF menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh, saya diam saja. Karena uang saya banyak, karena ada Rp 402 triliun," ujar Purbaya dalam wawancara, Jumat (17/4/2026).Baca Juga:
Ia membandingkan dana yang dimiliki lembaga internasional tersebut relatif terbatas karena harus dibagi ke banyak negara. Sementara Indonesia memiliki cadangan fiskal yang dapat digunakan secara mandiri.
"Dia hanya punya mungkin 20–40 miliar dollar AS, sama dengan World Bank. Jadi ya sama dengan uang kita, dia untuk dibagi-bagi banyak negara, kita punya buat sendirian. Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain," katanya.
Purbaya menjelaskan, kekuatan fiskal tersebut berasal dari pengelolaan anggaran yang disiplin, terutama dalam menjaga defisit tetap berada di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dan akan terus dijaga.
"Yang penting gini, mereka tidak percaya anggaran kita bisa ditahan defisitnya di bawah 3 persen. Saya bilang dengan tegas bahwa itu kebijakan Presiden dan kita tidak akan melanggar," ucapnya.
Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah penyesuaian agar defisit tetap terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Pada 2025, realisasi defisit anggaran berhasil ditekan di bawah perkiraan awal. Jika sebelumnya diprediksi mencapai 3,4–3,5 persen, angka tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 2,9 persen.
"Bahkan angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9 persen, mungkin di kisaran 2,8 persen," ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Purbaya menilai Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA