BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

Purbaya: RI Punya Pertahanan Fiskal Berlapis, Tak Bergantung IMF dan Bank Dunia

Adelia Syafitri - Jumat, 17 April 2026 13:38 WIB
Purbaya: RI Punya Pertahanan Fiskal Berlapis, Tak Bergantung IMF dan Bank Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia memiliki ketahanan fiskal yang kuat di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut, pemerintah tidak bergantung pada bantuan lembaga internasional seperti IMF maupun Bank Dunia.

Menurut Purbaya, posisi fiskal Indonesia saat ini didukung oleh bantalan anggaran yang besar, sehingga mampu menghadapi tekanan eksternal secara mandiri.

"IMF menyiapkan dana untuk negara-negara yang butuh, saya diam saja. Karena uang saya banyak, karena ada Rp 402 triliun," ujar Purbaya dalam wawancara, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:

Ia membandingkan dana yang dimiliki lembaga internasional tersebut relatif terbatas karena harus dibagi ke banyak negara. Sementara Indonesia memiliki cadangan fiskal yang dapat digunakan secara mandiri.

"Dia hanya punya mungkin 20–40 miliar dollar AS, sama dengan World Bank. Jadi ya sama dengan uang kita, dia untuk dibagi-bagi banyak negara, kita punya buat sendirian. Jadi pertahanan kita cukup berlapis-lapis dibanding yang lain," katanya.

Purbaya menjelaskan, kekuatan fiskal tersebut berasal dari pengelolaan anggaran yang disiplin, terutama dalam menjaga defisit tetap berada di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dan akan terus dijaga.

"Yang penting gini, mereka tidak percaya anggaran kita bisa ditahan defisitnya di bawah 3 persen. Saya bilang dengan tegas bahwa itu kebijakan Presiden dan kita tidak akan melanggar," ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah penyesuaian agar defisit tetap terkendali tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Pada 2025, realisasi defisit anggaran berhasil ditekan di bawah perkiraan awal. Jika sebelumnya diprediksi mencapai 3,4–3,5 persen, angka tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 2,9 persen.

"Bahkan angka yang sesungguhnya nanti kelihatannya di bawah 2,9 persen, mungkin di kisaran 2,8 persen," ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Purbaya menilai Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi.

Ia bahkan menyebut model pengelolaan fiskal Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain karena mampu tetap tumbuh di tengah tekanan global.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar, 8 Orang Tewas Termasuk 1 WN Malaysia
PROPER INALUM : Dari Energi Bersih Hingga Inovasi Sosial
Indonesia Ikut Antalya Diplomacy Forum 2026, Bahas Palestina hingga Geopolitik Timur Tengah
Eks Penyidik KPK Minta Satgas Anti Penyelundupan Bongkar Mafia Ekspor-Impor, Soroti Kebocoran Negara
Prabowo Ingin Sekolah Rakyat Hadir di Tiap Kota dan Kabupaten, Targetkan Pendidikan Gratis untuk Warga Miskin
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa Terduga Pelecehan Seksual, Dilarang Ikut Aktivitas Kampus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru