Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan terburu-buru memperpanjang gencatan senjata tanpa kesepakatan yang jelas.
Pernyataan ini menambah ketidakpastian pasar keuangan global.
Situasi tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak. Minyak mentah jenis Brent tercatat naik 5,64 persen ke level US$ 95,48 per barel.
Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi di berbagai negara.
Dalam kondisi tersebut, bank sentral diperkirakan akan menahan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Hal ini menjadi sentimen negatif bagi emas, yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).
Meski demikian, harga emas Antam tetap bergerak naik, menunjukkan adanya faktor domestik yang memengaruhi penetapan harga, termasuk permintaan lokal dan strategi penyesuaian harga harian oleh perusahaan.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.