Pendidikan Anak dalam Keluarga Harus Dimulai dari Penanaman Akidah dan Akhlak
ACEH BESAR Pendidikan dalam keluarga harus dimulai dari penanaman akidah yang benar, pembiasaan ibadah sejak dini, serta pembentukan akh
AGAMA
MEDAN – Harga kondom global dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga 20–30 persen pada April 2026. Lonjakan ini dipicu gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, serta aksi pembelian besar-besaran (panic buying) di China.
Produsen kondom terbesar dunia, Karex, mengungkapkan bahwa perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah berdampak langsung pada distribusi bahan baku. CEO Karex, Goh Miah Kiat, menyebut kondisi saat ini sangat tidak stabil dan memaksa perusahaan menaikkan harga jual.
"Situasinya rapuh, biaya meningkat, dan kami tidak punya pilihan selain membebankan kenaikan ini ke konsumen," ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4/2026).Baca Juga:
Kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh hambatan logistik, tetapi juga meningkatnya biaya energi dan keterlambatan pengiriman. Sejumlah produk bahkan dilaporkan tertahan di jalur distribusi laut, menyebabkan kelangkaan di beberapa wilayah.
Selain itu, konflik juga mengganggu pasokan bahan turunan minyak seperti nafta, silikon, dan amonia—komponen penting dalam produksi kondom. Asia, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, menjadi salah satu kawasan paling terdampak.
Di sisi lain, permintaan meningkat tajam di China setelah muncul kepanikan masyarakat yang memborong stok kondom. Fenomena ini turut memperparah tekanan pada pasar global.
Meski demikian, Karex menyatakan masih memiliki cadangan produksi untuk beberapa bulan ke depan. Perusahaan yang berbasis di Malaysia ini memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun dan mengekspor ke lebih dari 130 negara.
Harga di Indonesia Masih Variatif
Di Indonesia, harga kondom masih relatif bervariasi meskipun ada tren kenaikan global. Berdasarkan pantauan e-commerce per April 2026, harga kondom ukuran kecil (isi 3) berkisar antara Rp7.000 hingga Rp13.000 untuk merek ekonomis.
Sementara itu, produk premium dijual lebih tinggi, mulai dari Rp29.000 hingga Rp47.000 untuk kemasan isi 3. Kemasan besar (isi 12–24) berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp100.000 tergantung merek dan varian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak global sudah mulai terasa, namun belum sepenuhnya memicu lonjakan harga drastis di pasar domestik.
Ke depan, pelaku industri memperkirakan harga masih berpotensi naik jika konflik berkepanjangan dan pasokan bahan baku belum kembali stabil.*
ACEH BESAR Pendidikan dalam keluarga harus dimulai dari penanaman akidah yang benar, pembiasaan ibadah sejak dini, serta pembentukan akh
AGAMA
MEDAN Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Februari 2026 hingga kini belum sepenuhnya dap
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Oknum camat di Kabupaten Deli Serdang yang sempat dinonaktifkan setelah menjadi sorotan publik kini kembali aktif bertugas.
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sepakat memperketat pengawasan distribusi L
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima kunjungan kerja jajaran PLN UP3 Rantau Prapat di Ruang Hijau Rumah Dinas Bupati Asaha
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menyerahkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp30 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi
PEMERINTAHAN
ENDE Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak boleh menjadi pesaing bagi
EKONOMI
JAKARTA Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengemuka. Kali ini, muncul temuan terkait pengadaan
HUKUM DAN KRIMINAL
VANCOUVER Kemenangan besar Kanada atas Qatar dengan skor 60 pada laga Grup B Piala Dunia 2026 berubah menjadi kabar duka setelah gelandan
OLAHRAGA