BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Harga Kondom Naik 30% Akibat Perang Iran, Panic Buying China Perparah Rantai Pasok Global

Raman Krisna - Sabtu, 25 April 2026 20:29 WIB
Harga Kondom Naik 30% Akibat Perang Iran, Panic Buying China Perparah Rantai Pasok Global
Harga kondom global dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga 20–30 persen pada April 2026. (Foto: liputan 6)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Harga kondom global dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga 20–30 persen pada April 2026. Lonjakan ini dipicu gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, serta aksi pembelian besar-besaran (panic buying) di China.

Produsen kondom terbesar dunia, Karex, mengungkapkan bahwa perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah berdampak langsung pada distribusi bahan baku. CEO Karex, Goh Miah Kiat, menyebut kondisi saat ini sangat tidak stabil dan memaksa perusahaan menaikkan harga jual.

"Situasinya rapuh, biaya meningkat, dan kami tidak punya pilihan selain membebankan kenaikan ini ke konsumen," ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga:

Kenaikan harga tidak hanya dipicu oleh hambatan logistik, tetapi juga meningkatnya biaya energi dan keterlambatan pengiriman. Sejumlah produk bahkan dilaporkan tertahan di jalur distribusi laut, menyebabkan kelangkaan di beberapa wilayah.

Selain itu, konflik juga mengganggu pasokan bahan turunan minyak seperti nafta, silikon, dan amonia—komponen penting dalam produksi kondom. Asia, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, menjadi salah satu kawasan paling terdampak.

Di sisi lain, permintaan meningkat tajam di China setelah muncul kepanikan masyarakat yang memborong stok kondom. Fenomena ini turut memperparah tekanan pada pasar global.

Meski demikian, Karex menyatakan masih memiliki cadangan produksi untuk beberapa bulan ke depan. Perusahaan yang berbasis di Malaysia ini memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun dan mengekspor ke lebih dari 130 negara.

Harga di Indonesia Masih Variatif

Di Indonesia, harga kondom masih relatif bervariasi meskipun ada tren kenaikan global. Berdasarkan pantauan e-commerce per April 2026, harga kondom ukuran kecil (isi 3) berkisar antara Rp7.000 hingga Rp13.000 untuk merek ekonomis.

Sementara itu, produk premium dijual lebih tinggi, mulai dari Rp29.000 hingga Rp47.000 untuk kemasan isi 3. Kemasan besar (isi 12–24) berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp100.000 tergantung merek dan varian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak global sudah mulai terasa, namun belum sepenuhnya memicu lonjakan harga drastis di pasar domestik.

Ke depan, pelaku industri memperkirakan harga masih berpotensi naik jika konflik berkepanjangan dan pasokan bahan baku belum kembali stabil.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cadangan Nikel RI Terancam Habis dalam 11 Tahun, Pemerintah Wanti-wanti Produksi Tambang
JP Morgan Sebut Indonesia Negara Paling Tahan Guncangan Energi Dunia Berkat Batu Bara
Program MBG Dinilai Jadi Kunci Atasi Dampak Stunting yang Disebut Silent Emergency di Indonesia
MA Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi KUHP-KUHAP Baru ke Masyarakat di Masa Transisi
Pemerintah Dorong Energi Panas Bumi Lewat Skema Pembiayaan, Tanpa Insentif Fiskal
Milad ke-70 SEMMI Asahan: Workshop Nasional Tekankan Peran Mahasiswa Wujudkan Daerah Religius dan Berkelanjutan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru