BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Gejolak Timur Tengah Tak Ganggu Stok BBM Nasional, Pemerintah Klaim Aman

Adelia Syafitri - Senin, 27 April 2026 14:03 WIB
Gejolak Timur Tengah Tak Ganggu Stok BBM Nasional, Pemerintah Klaim Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. (Foto: Bahlil Lahadalia / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.

Hal tersebut disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).

"Hari ini kita melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya melaporkan perkembangan energi nasional, baik BBM jenis solar maupun bensin. Alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional," kata Bahlil.

Baca Juga:

Ia menegaskan bahwa kondisi pasokan BBM nasional hingga saat ini masih stabil meskipun terdapat dinamika global, khususnya terkait ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat memengaruhi jalur distribusi energi dunia, termasuk Selat Hormuz.

"Sudah hampir dua bulan kita menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah, tapi kondisi kita tetap stabil," ujarnya.

Selain BBM, Bahlil juga melaporkan bahwa stok minyak mentah (crude) untuk kebutuhan pengembangan kilang dalam negeri berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan nasional.

"Menyangkut crude untuk pengembangan refinery juga alhamdulillah stoknya di atas standar minimum nasional. Jadi relatif tidak ada masalah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga terus mendorong upaya pengurangan ketergantungan impor LPG yang saat ini masih cukup tinggi. Konsumsi LPG nasional disebut mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Artinya, sekitar 7 juta ton LPG masih dipenuhi melalui impor.

"Ini sudah terjadi sejak program konversi minyak tanah ke LPG," jelas Bahlil.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif energi, termasuk pengembangan dimethyl ether (DME) dari batu bara berkalori rendah serta pemanfaatan compressed natural gas (CNG).

Menurut Bahlil, kedua opsi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional, khususnya di sektor LPG.

"Kita sedang kaji DME dan juga CNG sebagai alternatif untuk mendorong kemandirian energi kita," ujarnya.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Reformasi Pasar Modal Jadi Syarat Insentif Pemerintah ke BEI
Prabowo dan Tantangan Ketahanan Energi: Dari LPG Impor ke Teknologi Alternatif
Rico Waas Bawa Medan Raih Penghargaan Smart City Nasional, Pengamat Sebut Transformasi Digital Mulai Terlihat
Otonomi Daerah Masuki Usia 30 Tahun, Pemerintah Dorong Reformasi Birokrasi Berbasis Hasil
Harga Emas Antam 27 April 2026 Kompak Turun, Buyback Juga Ikut Melemah
Balita di Cianjur Meninggal, BGN Tegaskan Bukan Dampak Program MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI